Warga Tanjungpunai Rintis Pembangunan Wisata Mangrove

Objek wisata mangrove Tanjungpunai, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. (foto-antaranews)

Mentok, KoranSN

Warga Tanjungpunai Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merintis pembangunan objek wisata mangrove guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Sebagian besar warga pesisir Tanjungpunai bekerja sebagai nelayan dan berkebun. Kami berharap dengan adanya objek wisata baru ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” kata ketua kelompok tani hutan Maju Bersama, Wisno di Mentok, Jumat (24/1/2020).

Menurut dia, Kampung Tanjungpunai yang berada di ujung Desa Belolaut, Mentok, tersebut memiliki kekayaan alam yang cukup indah berupa tanaman mangrove di sepanjang pesisir kampung.

Dengan adanya perintisan objek wisata memasuki kawasan mangrove di kampung tersebut, diharapkan ke depan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga :   Penggemar Musik di Bali Rayakan 'Record Store Day"

“Sebagai langkah awal, secara swadaya kami sudah membangun jembatan kayu memasuki kawasan mangrove dengan panjang sekitar 100 meter,” katanya.

Pengerjaan jembatan kayu panjang untuk para pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan dan keasrian mangrove di lokasi itu dikerjakan secara gotong royong sekitar sebulan terakhir.

“Seluruhnya kami lakukan secara swadaya, kami berharap ke depan jembatan semakin panjang dan dilengkapi beberapa fasilitas pendukung agar pengunjung semakin betah berada di lokasi,” katanya.

Warga menargetkan jembatan tersebut bisa dibangun sampai lebih dari satu kilometer hingga menghubungkan lokasi penanaman jambu monyet yang ada di ujung kampung tersebut.

Dengan adanya kolaborasi antara lokasi wisata mangrove dengan perkebunan jambu monyet di lokasi itu diyakini ke depan akan semakin menarik untuk dikunjungi.

Baca Juga :   Sejarah Kerajaan Suku Lime di Desa Pagar Batu Lahat

“Saat ini warga juga sedang membentuk kelompok sadar wisata yang nantinya akan berperan aktif dalam pengelolaan objek wisata, selain itu kami juga sedang belajar membuat aneka buah tangan berbahan limbah tangkapan nelayan,” katanya.

Dengan adanya gerakan masyarakat yang selama ini mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari KPHP Rambat Menduyung Babel tersebut diharapkan ke depan menambah pendapatan warga.

“Kami berharap difasilitasi pembangunan toilet umum di lokasi itu untuk menambah kenyamanan para pengunjung,” katanya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kawasan Pelabuhan Nusantara Terpadu Dibangun di Bekasi

Cikarang, KoranSN Kawasan Pelabuhan Nusantara Terpadu (KPNT) berikut pengembangannya segera dibangun di PPI Paljaya, Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.