Home / Headline / Warga Tegal Binangun Ancam Penyelenggaraan Asian Games

Warga Tegal Binangun Ancam Penyelenggaraan Asian Games

EMOSI – Massa aksi dari warga Tegal Binangun emosi dan sempat terlibat aksi dorong dengan petugas kepolisian di halaman kantor Gubernur Sumsel. Dalam unjuk rasa tersebut ribuan warga menuntut agar Tegal Binangun tetap menjadi bagian dari Kota Palembang. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ribuan warga Tegal Binangun yang tergabung dalam 28 Rukun Tetangga (RT) dan 5 Rukun Warga (RW), Kelurahan Plaju Darat mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (27/11/2017). Warga menyatakan akan anarkis apabila tuntutannya tak dipenuhi dan mengancam penyelenggaraan Asian Games di Palembang.

Kedatangan warga yang terdiri dari orang tua hingga anak-anak ini menuntut agar Tegal Binangun yang ditinggali mereka selama ini tetap menjadi bagian Kota Palembang. Mereka juga nekat membawa spanduk bertuliskan ‘Asian Games 2018 Akan Terganggu Bila Plaju Darat Masuk Banyuasin’. Hal ini membuktikan bahwa mereka meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk masuk ke dalam wilayah Kota Palembang bukan Banyuasin.

Dalam unjuk rasa tersebut, ribuan massa aksi melakukan teatrikal dengan membawa beberapa keranda mayat dan hewan, kemudian seluruh warga pun tak henti-henti meneriakan jika tidak ada satu pun warga yang menginginkam merubah kartu tanda kependudukan, lantaran semuanya sudah menjadi warga Kota Palembang.

Ketua Forum Warga Tegal Binangun, Daryono mengatakan, sejak tahun 2015 lalu warga selalu hidup tenang dan tidak berbuat anarkis. Namun, dua tahun kemudian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin membangun Kantor Lurah dan Puskesmas.
Untuk itu, ia menegaskan, sebagai perewakilan warga Tegal Binangun, pihaknya meminta kepada Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin untuk memenuhi tuntutan warga yakni, agar Tegal Binangun tetap menjadi bagian Kota Palembang. Jika tidak dipenuhi, maka pihaknya mengancam akan bergerak anarkis.

“Kami sudah mencoba bersabar tapi tidak ada itikad baik dari Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mengatasi permasalahan kami. Kami akan anarkis apabila tuntutan kami ini tidak dipenuhi, dan kami juga akan mengancam penyelenggaraan Asian Games di Palembang,” ungkap Daryono saat mengelar orasi di Halaman Kantor Gubernur Sumsel.

Sementara selaku penerima massa aksi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel, Ahmad Najib menuturkan, dirinya meminta kepada seluruh pihak, baik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Pemkab Banyuasin dan warga Tegal Binangun untuk saling menahan diri dan jangan mengambil langkah sepihak.

“Kepada Pemkab, kami harap tidak lagi mengeluarkan statement yang provokatif dan menunda aktivitas di Kantor Lurah dan Puskesmas. Untuk warga, kami harap tidak berbuat anarkis ataupun mengancam akan mengganggu perhelatan Asian Games 2018 di Palembang,” ujar Najib saat menerima perwakilan warga Tegal Binangun.

Mengenai tuntutan warga, ia melanjutkan, secepatnya Pemprov Sumsel akan mengadakan mediasi antara Pemkab Banyuasin, Pemkot Palembang dan perwakilan warga Tegal Binangun untuk membahas permasalahan tersebut.

“Besok (hari ini) akan diadakan mediasi yang akan langsung dipimpin oleh Sekda Provinsi Sumsel. Nanti, dari hasil mediasi tersebut keputusannya kita harap bisa memuaskan seluruh pihak,” tuntasnya. (rgn)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Pemkot Palembang Diminta Tuntaskan Dugaan Pungli di Pasar Cinde

Pelmbang, KoranSN Ratusan pedagang Pasar Cinde mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Senin (11/12/2017). Kedatangan ...

error: Content is protected !!