Rabu , Oktober 24 2018
Home / Kota Musi / Warga Tegal Binangun Tolak Jadi Warga Banyuasin

Warga Tegal Binangun Tolak Jadi Warga Banyuasin

unjuk rasa – Ratusan warga Tegal Binangun saat melakukan aksi unjuk rasa menghadang kedatangan Bupati Banyuasin beserta rombongan yang ingin meresmikan Kelurahan Jakabaring Selatan, Rabu (15/11/2017). (foto-ferdinand/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Ratusan warga Tegal Binangun yang menolak jika pemukimannya masuk wilayah Banyuasin, Rabu (15/11/2017) melakukan aksi demo dan menghadang kedatangan Bupati Banyuasin, Ir SA Supriono dan rombongan yang berencana akan meresmikan Kelurahan Jakabaring Selatan dan pelantikan Lurah Jakabaring Selatan.

Akibatnya, persiapan acara peresmian Kelurahan Jakabaring Selatan dan pelantikan Lurah Jakabaring Selatan terganggu dengan adanya aksi demo yang dilakukan warga Tegal Binangun ini.

Koordinator Paguyuban Tegal Binangun, Saswita mengatakan, aksi yang mereka lakukan tidak lain untuk menolak Tegal Binangun masuk ke dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Banyuasin.

“Kita sangat menolak keras atas permasalahan ini, karena dari dulu kita sudah masuk dalam kawasan Palembang hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) pun Palembang,” ujarnya disela-sela aksi demo, Rabu (15/11/2017).

Akibat aksi demo yang dilakukan warga Tegal Binangun, membuat akses jalan mengalami macet dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Banyuasin, H Askolani SH MH secara gamblang mengungkapkan jika Tegal Binangun masuk Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga :   Turun Dari Pesawat, Alex Langsung Jualan Asian Games di PSCC

“Kita tidak akan menyerahkan sejengkal pun tanah Banyuasin beralih jadi Kota Palembang. Kalau penduduk Banyuasin tidak bangga jadi warga Banyuasin, silahkan pindah dari tanah Banyuasin,” tegas Askolani.

Askolani mengajak setiap warga negara yang baik, ikutilah peraturan yang ada, jangan memaksakan kehendak demi kepentingan individu atau kelompok.

“Kita ini semua sama, penduduk Sumsel, rakyat Indonesia, jangan mau terprovokasi yang memicu perpecahan,” jelasnya.
Dia melanjutkan, terkait wacana peluasan Palembang sebagai ibukota Provinsi yang akan mengambil wilayah Banyuasin, sebagai anggota DPRD dia menolak hal itu.

Sementara Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem saat ditemui di Mapolda Sumsel mengungkapkan, meskipun ada ratusan massa aksi melakukan unjuk rasa namun peresmian Kelurahan Jakabaring Selatan dan pelantikan Lurah Jakabaring Selatan tetap berjalan dengan baik.

“Ada sekitar 200 atau 300 massa aksi yang melakukan unjuk rasa untuk menyampikan aspirasi jika masyarakat Tegal Binangun mau masuk dalam wilayah Palembang. Dalam demo tersebut tidak ada kericuhan hingga peresmian Jakabaring Selatan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Baca Juga :   Komisi III Minta Pemprov Optimalkan Pajak Kendaraan dan SDA

Masih dikatakan Kapolres, dengan adanya aksi unjuk rasa tersebut ada 130 anggota kepolisian dari Polres Banyuasin dan Polresta Palembang melakukan pengamanan. Sehingga unjuk rasa berjalan dengan kondusif.

“Dengan diresmikannya Kelurahan Jakabaring Selatan Kabupaten Banyuasin, maka masyarakat yang ada di lokasi tentunya dapat dibantu oleh lurah setempat apabila warga hendak mengurus surat-menyurat. Jadi, warga tidak perlu lagi ke Pangkalan Balai Banyuasin,” terangnya.

Bukan hanya itu, lanjut Kapolres, dengan adanya aspirasi warga Tegal Binangun yang meminta agar masyarakat masuk ke wilayah Palembang, hal itu tentunya memerlukan mekanisme yang panjang jika terjadi perubahan.

“Sebab, untuk merubah tampal batas itu bukan hanya bupati, melainkan harus dibicarakan hingga ke tingkat dewan dan nantinya Mendagri yang memutuskan,” ungkapnya. (sir/ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kondisi Sungai Sebelah Camat SU I Hitam Pekat Penuh Sampah

Palembang, KoranSN Sungai mengering dikawasan Seberang Ulu (SU) I yang berada tepat disamping Kantor Camat ...

error: Content is protected !!