Warga Temukan (Diduga) Babi Ngepet

Babi yang dipercaya sebagai babi ngepet dikurung oleh Wati di bawah rumahnya.
Babi yang dipercaya sebagai babi ngepet dikurung oleh Wati di bawah rumahnya.

Sekayu, KoranSN

Warga Musi Banyuasin (Muba) berbondong-bondong mendatangi kediaman Wati (40) Dusun Belimbing Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin (Muba). Kedatangan warga ini bukan tanpa alasan, sebab Wati dan suaminya Taigo (45) menemukan seekor babi seberat 110 kilogram yang dipercaya warga sebagai babi ngepet.

Babi betina ini dikurung Wati dibawah rumahnya, kaki babi diikat menggunakan tali nilon agar babi yang diduga babi ngepet itu tidak melarikan diri. Menurut Wati, babi tersebut ditemukan di Desa Sukarami di dalam hutan belantara, Sabtu (16/1) sekitar pukul 15.00 Wib.

Sebelum menemukan babi itu Wati bermimpi didatangi seekor Singa besar kemudian Singa itu berkata seperti manusia bahwa Wati jangan hanya menolong manusia saja, coba tolong babi hutan yang ada didalam hutan belantara di Desa Sukarami Kecamatan Sekayu.

Kemudian keesok harinya sekitar pukul 13.00 Wib Wati mengajak suaminya mendatangi hutan yang ada didalam mimpinya itu, kemudian lanjut petani sayur ini dua jam kemudian mendadak babi hutan itu mendatanginya lalu babi itu dimasukkan mobil tanpa perlawanan dan sekarang babi itu dikurung dikandang kambing dipinggir sungai musi dibawah rumah panggungnya itu.

Baca Juga :   Dodi Reza Ajak Warga Jaga Zero Konflik dan Jangan Golput

Masih menurut Wati, banyak warga mengatakan bahwa babi ini babi ngepet, mendengar hal itu sontak babi itu ngamuk seperti marah-marah hingga menorobos keluar kandangnya. Kemudian saya bujuk babi itu dan dia masuk sendiri kekandangnya.

“Keanehannya babi ini seperti bukan babi biasa terlihat matanya seperti menangis meneteskan air mata dan mandinyapun harus menggunakan shampo kalau tidak menggunakan shampo dia tidak mau mandi,” tukasnya.

Perilaku Babi dinilai luar biasa, karena mau diberi makan pisang, roti dan buah semangka, bisa juga makan nasi tapi harus ada lauknya. “Untuk sementara babi ini akan saya urus dan bagi warga yang mau membantu memberikan babi ini makanan saya terima,” katanya.

Baca Juga :   Muba Siapkan Diri Pertahankan KLA dan Raih APE 2018

Ridwan (37) warga Sekayu mengatakan memang babi temuan ini seperti babi jadi-jadian (babi ngepet), bila kita photo menggunakan handphon babi itu sepertinya kurang suka dan marah-marah, walaupun bila dilihat sekilas seperti babi kebanyakan seperti dihutan.

“Saya cuma berharap agar warga tidak menyakiti binatang itu dan bila ingin melihatnya sebaiknya memberikan bantuan makananagar pemilik rumah tidak terbebani,” katanya.

Pantauan dilokasi, tampak warga beramai-ramai mendatangi rumah Wati. Ada juga warga yang sedang melintas memperlambat kendaraannya hanya ingin melihat babi aneh itu sehingga mengakibatkan kemacetan panjang. (tri)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Pasar Tani Pemkab Muba Bisa Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting

Sekayu, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Ketahanan Pangan, melaunching Pasar Tani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.