Selasa , Desember 11 2018
Home / Gema Sriwijaya / Waspada, di Pendopo Beredar UPAL

Waspada, di Pendopo Beredar UPAL

Tampak upal yang bisa dikelupas menjadi dua bagian yang menandakan uang itu tempelan. (Foto-Anas/Koransn)

PALI, KoranSN

Warga Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI harus lebih waspada dalam menerima uang baik dalam pecahan Rp 50 ribu maupun pecahan Rp 100 rabu.

Pasalnya, baru-baru ini warga Pendopo dikejutkan beredarnya uang palsu (Upal) dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu.

Hal itu diketahui saat Novri (28), warga Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi berniat menabungkan uangnya ke bank SumselBabel yang ada di Kota Pendopo. Namun, saat uang tersebut diperiksa dengan alat scan uang atau money detector, didapati salahsatu lembaran uang yang dibawanya palsu.

“Awalnya aku bawa duit untuk nabung sebesar Rp 2 juta, namun pas di scan dengan money detector, salahsatu duit yang aku bawa ternyato palsu. Dari penjelasan petugas bank tadi, ngomongke bahwa hologram logo Bank Indonesia burem alias tidak asli serta uangnya bisa dikelupas jadi dua. Itulah duit palsu, kato uwong bank tadi,” ungkap Novri (25/4/2018).

Baca Juga :   Ketua DPRD PALI Tutup Usia
Hologram logo BI yang terlihat buram.

Akibat dari kejadian itu, dia berharap pihak berwajib segera menindaklanjuti kasus ini dan masyarakat menjadi lebih waspada dalam transaksional dengan menggunakan uang.

“Semoga pihak kepolisian bisa mengungkap dan menghentikan beredarnya upal di kota Pendopo,” harapnya.

Dari mana asal uang palsu tersebut, Novri mengaku bahwa uang tersebut dari pembayaran honornya di suatu kegiatan.

“Rasonyo duit itu aku terima pas pembayaran honor aku kegiatan waktu itu. Aku idak ngecek jugo satu per satu duit itu, kareno duit itu distaples,” tutupnya.

Baca Juga :   Baliho Balonbup Banyak Nempel Difasilitas Umum

Sementara itu, Kiky petugas Bank Sumsel Babel menjelaskan bahwa ciri-ciri uang palsu terlihat dari hologram logo Bank Indonesia di bagian sudut kiri bawah uang yang buram dan seperti tidak timbul.

“Setelah itu, kalau uang asli, dia tidak bisa dikelupas menjadi dua bagian. Nah, kalau uang palsu seperti bisa dikelupas. Karena, uang asli benar-benar satu lembar. Tapi, kalau uang palsu merupakan tempelan dua buah lembar kertas. Terus juga tanda air yang juga kelihatab buram,” ungkapnya.

Dia mengakui sudah sering menerima uang tabungan dari nasabah berupa uang palsu.

“Udah sering, bahkan hari ini sudah lebih dari satu kali. Yang pasti masyarakat harus lebih waspada. Dilihat, diraba dan diterawang setiap uang yang kita terima,” jelasnya. (ans)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Polsek Pulau Rimau Gelar Deklarasi Damai Pemilu 2019

Banyuasin, KoranSN Guna mewujudkan Pemilu yang aman, jajaran Polsek Pulau Rimau menggelar deklarasi damai Pemilihan ...

error: Content is protected !!