Woman Crisis Center Minta Polisi Tindak Lanjuti Kasus KDRT

Direktur Woman Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini bersama Forum Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Perempuan saat memberikan keterangan pers. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Direktur Woman Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini, Selasa (11/8/2020) meminta pihak kepolisian menindaklanjuti kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang korbannya perempuan dan telah membuat laporan kepada pihak kepolisian.

Hal tersebut dikatakan Yeni Roslaini saat menggelar jumpa pers kepada sejumlah wartawan di Lenggok Kafe Kambang Iwak Palembang.

“Ada beberapa kasus KDRT yang telah dilaporkan kepihak kepolisian, namun proses hukumnya kami nilai lambat. Padahal menurut kami beberapa unsur pidananya telah terpenuhi, maka dari itulah kami minta pihak kepolisian menindaklanjuti setiap laporan KDRT yang korbannya merupakan perempuan,” katanya.

Masih dikatakannya, pihaknya berharap kepada penegak hukum untuk menahan setiap terlapor kasus KDRT agar permpuan yang menjadi korban dapat aman dan nyaman.

Baca Juga :   Rekonstruksi Pembunuhan Driver Taksol di Gandus Ricuh

“Misalnya saja saat ini ada kasus KDRT, dimana korbannya awalnya melapor ke pihak kepolisian. Namun dalam proses hukum ternyata terlapor yakni suami dari korban, melapor balik hingga membuat korban juga diperiksa pihak kepolisian. Dari itulah harusnya penegak hukum menaruh perhatian penuh terhadap korban perempuan agar kedepan tak terjadi kasus serupa. Apalagi, kasus KDRT ini juga mendapat pendampingan dari Komnas Perempuan,” paparnya.

Sementara Nurmala selaku perwakilan dari Forum Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Perempuan mengungkapkan, untuk kasus KDRT yang korbannya dilaporkan balik oleh suami korban kini sedang didampingi oleh pihaknya.

“Adapun korbannya yakni seorang perempuan berinisial ‘G’, korban ini awalnya melaporkan suaminya atas kasus KDRT. Namun saat proses hukum, ternyata sang suami melaporkan balik ‘G’ atas tuduhan mencuri CCTV dan KDRT terhadap suami. Padahal CCTV yang diambil tersebut dijadikan barang bukti untuk kasus KDRT dengan korbannya ‘G’,” ungkapnya.

Baca Juga :   Tim SAR Masih Mencari Korban Kecelakaan Laut di Malaka

Dilanjutkannya, dari itulah pihaknya dari Forum Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Perempuan meminta pihak kepolisian untuk memberikan perhatian terhadap kusus kepada perempuan yang menjadi korban KDRT.

“Sebab, seorang perempuan yang menjadi korban KDRT akan mengalami taruma mendalam dan menderita psikis. Bahkan untuk kasus KDRT yang terjadi di Palembang ini juga didampingi oleh Komnas Perempuan,” tutupnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono mengungkapkan, jika pihaknya memproses semua laporan KDRT yang dilaporkan korbannya ke Polrestabes Palembang, termasuk laporan korban
‘G’.

“Semua laporan KDRT yang kita terima tentunya diproses oleh penyidik. Dalam proses hukum ini, tentunya kami lakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Tim Macan Putih Gagalkan Transaksi Narkoba Lintas Daerah

Prabumulih, KoranSN Tim Macan Putih Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih menggagalkan peredaran Narkoba. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.