Rabu , November 21 2018
Home / Advetorial / Wong Palembang Terima Brevet Hiu Kencana di Kapal Selam RI yang Baru

Wong Palembang Terima Brevet Hiu Kencana di Kapal Selam RI yang Baru

Dr Agung Firman Sampurna foto bersama usai menerima Brevet Hiu Kencana dan menjadi Warga Kehormatan Kapal Selam saat uji coba Kapal Selam KRI Ardadedali (ADL) 404. (foto-istimewa)

Jakarta, KoranSN

Markas Besar TNI Angkatan Laut (AL), Senin (30/7/2018) menggelar uji coba Kapal Selam KRI Ardadedali (ADL) 404 di kedalaman 50 M. Pada acara tersebut juga dilakukan pemberian Brevet Hiu Kencana kepada sejumlah Warga Kehormatan Kapal Selam salah satunya yakni Wong Palembang, Dr Agung Firman Sampurna.

Alumni SMP Negeri 1 Palembang, SMA Negeri 1 Palembang dan Universitas Sriwijaya ini adalah Ketua Ikatan Alumni Universitas Sriwijaya yang sekaligus adalah Pimpinan Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) I Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Selain Dr. Agung Firman Sampurna, Brevet AL yang prestisius ini diberikan kepada sejumlah tokoh nasional, seperti; Ketua DPR, Ketua BPK dan sejumlah Menteri.

Brevet ini diberikan kepada orang-orang terpilih untuk diangkat sebagai Warga Kehormatan Kapal Selam, atas jasa-jasa orang tersebut mendukung terhadap pembinaan kapal selam sebagai salah satu senjata strategis dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Pemberian gelar Warga Kehormatan Kapal Selam dan penyematan Brevet Hiu Kencana diberikan kepada putra bangsa yang dinilai berjasa mendukung pembinaan kapal selam, dan ini telah menjadi tradisi Warga Kapal Selam.

Upacara militer penyematan Brevet Hiu Kencana dilakukan di Ruang Torpedo Kapal Selam RI Ardadedali 404, dilakukan oleh KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji SE MM.

Selain AFS, penerima Brevet Hiu Kencana dan menjadi Anggota Kehormatan Angkatan Laut RI adalah Prof. Dr. Moermahadi Soerja D, CA, CPA (Ketua BPK RI), H. Bambang Soesatyo SE MBA (Ketua DPR RI), Dr. H. Asman Abnur SE MSi (Menteri PAN dan RB), Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro (Menteri PPN/Ketua Bappenas), Ahmad Sahroni (Anggota Komisi 3 DPR RI), termasuk Marsekal TNI Yuyu Sutisna (KSAU), Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, Pangkoarmada II Laksda TNI Didik Setiyono, Pangkoarmada III Laksda TNI ING Ariawan.

Menurut KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, upacara penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana diselenggarakan sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI AL, khususnya Satuan Kapal Selam kepada seluruh tokoh, warga serta jajaran TNI dan TNI Angkatan Laut yang telah memiliki jasa, perhatian, perjuangan maupun pengorbanan bagi kejayaan TNI Angkatan Laut, utamanya berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dr Agung Firman Sampurna saat menumpangi perahu karet.

Sebelum penyematan Brevet Kehormatan itu dilakukan di KRI Ardadedali 404, oleh KSAL, para pejabat negara penerima lainnya merapat ke kapal selam dengan menggunakan dua unit Sea Rider. Selanjutnya, dengan disematkannya Brevet Kehormatan Hiu Kencana di dada kanan ke pejabat negara penerimanya, maka resmilah menjadi Warga Kehormatan Korp Hiu Kencana Kapal Selam TNI AL.

Korp Hiu Kencana Satuan Kapal Selam TNI AL yang memiliki motto “Wira Ananta Rudira”, saat ini berada di bawah Komando Armada II Surabaya dan telah berusia 58 tahun pada tanggal 12 September 2017.

Sementara itu, penamaan Ardadedali untuk kapal selam yang baru tersebut diambil dari nama senjata panah milik Arjuna, putra ketiga Pandawa. Ardadedali merupakan senjata unik yang berujung seperti burung. Sewaktu dilepaskan anak panah ini ke musuh maka paruh burung akan mematuk lawan yang jadi sasarannya.

Tampak Dr Agung Firman Sampurna saat menjadi Warga Kehormatan Kapal Selam TNI AL.

Ardadedali adalah senjata yang dikisahkan tidak saja sakti tetapi juga memiliki jiwa. Ardadedali tidak dapat digunakan untuk menyerang sesama Pandawa. Filosofi inilah yang bisa jadi mengilhami penamaan kapal selama tersebut yang ditujukan sebagai perangkat mutakhir pertahanan maritim nasional dan bukan untuk menyerang sesama anak bangsa.

Secara teknis Kapal Selam ADL 404 merupakan kapal selam kelas Chang Bogo kedua yang dibangun Kore Selatan buatan perusahaan Daewoo Shipbilding & Marine Engineering (DSME) dan merupakan kapal keempat, yang akan menjadi kekuatan penting bagi Armada RI.

Kapal selam ini memiliki panjang lebih kurang 61 meter, diameter 6,2 meter dengan draft 5,7 M yang mampu menampung 40 kru kapal. Kecepatan kapal selam ini mencapai 21 knot dibawah air dan 12 knot di permukaan air, serta mampu berlayar 50 hari dalam menunjang operasinya. Kapal selam ini didukung dengan empat mesin diesel MTU 12V493 dengan jarak jalajah mencapai 18.520 Km. Bahkan kapal selam ini dilengkapi dengan senjata peluncur torpedo 533 mm, serta peluru kendali anti kapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI Angkatan Laut. (den)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi Besok

Bekasi, KoranSN Polisi akan menggelar rekonstruksi adegan pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, besok, ...

error: Content is protected !!