Home / Lacak / Yan Anton Kembali Diperiksa KPK

Yan Anton Kembali Diperiksa KPK


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
yan-anton
Yan Anton Ferdian. (Foto-doc/Ferdinand/koransn)

Palembang,KoranSN
Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, tersangka dugaan kasus suap penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di Pemkab Banyuasin, Rabu (23/11/2016) kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, tersangka Yan Anton Ferdian kali ini diperiksa penyidik KPK bukan diperiksa untuk status tersangkanya melainkan  untuk menjadi saksi tersangka lainnya.

“Jadi, hari ini (kemarin) tersangka Yan Anton Ferdian diperiksa penyidik KPK untuk menjadi saksi tersangka ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), dimana ‘RUS’ juga merupakan tersangka dalam perkara ini,” ungkap Yuyuk.

Sebelumnya Yuyuk telah mengungkapkan, jika dalam dugaan kasus ini sekitar lima kali penyidik KPK telah memeriksa Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian dengan status tersangka.

Diketahui, dugaan kasus ini terungkap setelah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian Minggu 4 September 2016 tertangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) serta ‘K’ (pihak swasta).

Baca Juga :   Polda Sumsel Temukan Unsur Pidana Dugaan Penipuan Abu Tours

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, penyidik KPK belum lama ini telah menggeledah sembilan lokasi di Palembang dan di Banyuasin, terdiri dari; penggeledahan rumah Sekda Banyuasin, Firmansyah di Perumahan Bukit Sejahtera Palembang, rumah Kepal Dinas PUBM Banyuasin, Abi Hasan di Jalan Bambang Utoyo No 12 Palembang dan Rumah Staf PU Banyuasin, Reza Irdiansyah di Jalan Sepakat seduduk Putih, Palembang yang dilakukan KPK. Ketiga lokasi ini digeledah KPK, Selasa 15 November 2016.

Kemudian Rabu 16 November, KPK menggeledah Kantor DPRD Banyuasin termasuk ruang kerja Ketua DPRD Banyuasin, Kantor Dinas PU Cipta Karya Banyuasin dan Kantor Dinas PU Bina Marga Banyuasin.

Sedangkan Kamis 17 November 2016, tim penyidik KPK menggeledah rumah Kabag Humas dan Protokol Pemkab Banyuasin, Robby Sandes, Rumah Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam serta rumah Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim yang lokasinya berada di Kota Palembang.

Terkait penggeledahan tersebut, Yuyuk Andriati telah mengungkapkan, jika dari masing-masing lokasi yang dilakukan penggeledahan penyidik KPK telah menyita dokumen-dokumen terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Banyuasin.

“Semua dokumen-dokumen yang telah disita dari penggeledahan di Palembang dan di Banyuasin tersebut kini masih dianalisa oleh penyidik KPK,” jelasnya Yuyuk.Diberitakan sebelumnya, untuk mengungkap dugaan kasus ini penyidik KPK telah meriksa lebih dari 30 saksi. Mereka yakni; Kabag Humas dan Protokol Pemkab Banyuasin, Robby Sandes, Sekda Pemkab Banyuasin, Firmansyah, Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam dan Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim.

Baca Juga :   Pengedar Sabu 7 Ulu Ditangkap Polda Sumsel

Selain itu KPK juga telah memeriksa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin, Yos Karimudin dan Kadis Dinas Perhutanan dan Perkebunan Banyuasin, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin, Syahril Arif Rahman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Banyuasin, Abi Hasan, Kepala DPPKAD Banyuasin, Bambang Wirawan, Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Ria Apriani.

Bukan hanya itu, Wakil Bupati Pemkab Banyuasin, SA Supriono dan Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin, Rislani A Gafar juga telah diperiksa penyidik KPK untuk menjadi saksi dalam perkara ini.

Yuyuk Andriati sebelumnya juga telah menegaskan, dalam perkara ini para tersangka dijerat pasal berbeda. Dimana untuk tersangka Yan Anton Ferdian, ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’ kelimanya diduga sebagai pihak penerima uang suap hingga disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 atau Pasal 12 (b) UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) , diduga sebagai pihak pemberi uang suap. Dalam dugaan kasus ini ‘ZM’ disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” tegas Yuyuk saat itu. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Alwin

Alwin

Lihat Juga

Nyanyian Iwan Menggiring Iskandar ke Satres Narkoba Lahat, Sabu Senilai Rp 30 Juta Gagal Beredar

Lahat, KoranSN Iskandar (54), warga Lorong Kedukan Bukit II RT 014 RW 004 Kelurahan 35 …