Senin , Februari 18 2019
Home / Lacak / Yurike Minta Kasus Tewas Ayahnya di Lapas Muara Enim Diusut Tuntas

Yurike Minta Kasus Tewas Ayahnya di Lapas Muara Enim Diusut Tuntas

Yurike (kanan memegang foto) dan keluarga mendatangi Polda Sumsel meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tewas ayahnya Yuhendri Kusnadi. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Didampingi sejumlah keluarganya, Yurike (15) warga Desa Rambang Daku Kabupaten Muara Enim, Kamis (6/12/2018) mendatangi Mapolda Sumsel. Dengan menangis terisak-isak Yurike tampak memeluk erat bingkai foto ayahnya Yuhendri Kusnadi (39), yang tewas dianiaya di dalam Lapas Klas II Muara Enim awal November 2018 lalu.

Kedatangan Yurike ke Mapolda Sumsel meminta keadilan agar Polda Sumsel mengusut tuntas kasus pembunuhan ayahnya.

“Saya tidak memiliki orang tua lagi, sebab sebelum ayah saya meninggal dunia, ibu sudah lebih dulu pergi. Dari itu saya meminta tolong kepada Polda Sumsel untuk menangkap para pelaku pembunuhan ayah saya di dalam Lapas Muara Enin, saya minta keadilan,” katanya dengan meneteskan air mata
di hadapan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, AKBP Eko Sudaryanto dan Kasubdit Jatanras AKBP Yudhi Suhariyadi.

Hal senadan juga dikatakan Sri Ramayuni (40), kakak perempuan korban Yuhendri Kusnadi. Dikatakannya, jika pihak keluarga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas penganiayaan berujung tewasnya korban.

“Kasihan anak korban yakni Yurike ini. Kini keponakan saya tidak memiliki ibu dan ayah lagi, dari itu kami meminta keadilan yang seadil-adilnya,” ujarnya sembari menangis.

Sementara Usman (45), keluarga korban mengatakan, sebelum dianiaya dan meninggal dunia di Lapas, korban Yuhendri Kusnadi awalnya terlibat perkelahian dengan seorang kepala desa (Kades) hingga berujung korban ditangkap pihak kepolisian.

Baca Juga :   Penangkapan Terduga Teroris di OKU, Kapolda: Densus 88 dan Tim Anti Terorisme Sedang Bekerja

“Jadi, mulanya korban selisih paham dengan Kades hingga mereka berkelahi. Tak lama dari itu Kades pun melapor ke polisi hingga korban ditangkap. Setelah ditangkap dan berjalannya waktu, tahanan korban dipindahkan dari tahanan di Polsek ke tahanan Lapas. Saat di Lapas inilah, korban dianiaya hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, atas kejadian tersebut pihak keluarga telah melapor ke Polres Muara Enim. Bahkan polisi kini telah menangkap tiga narapidana (Napi) yang menganiaya korban.

“Meskipun sudah ada pelaku yang ditangkap, namun kami menduga masih ada pelaku lainnya yang belum terungkap. Untuk itulah kami datang ke Polda Sumsel ini melakukan aksi damai, dan juga menyampaikan langsung kepada pihak Polda Sumsel agar kasus tewasnya korban diusut dengan tuntas,” tandasnya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, AKBP Eko Sudaryanto yang menerima keluarga korban mengungkapkan, jika pihaknya akan menurunkan Tim Jatanras Polda Sumsel guna melakukan pendalaman penyelidikan terkait kasus penganiayaan yang menewaskan korban.

“Penganiyaan korban ini kan terjadi di dalam Lapas Klas II Muara Enim Naovember lalu. Bahkan saat ini sudah ada tiga terangka yang ditangkap Polres Muara Enim. Walapun demikian, kami tetap melakukan penyelidikan untuk mendalaminya dengan menurunkan Tim Jatanras. Apabila dalam pendalaman penyelidikan ini ditemukan bukti ada keterlibatan tersangka baru, tentunya akan kami proses, karena kami tidak akan main-main dalam menegakan hukum,”
tegasnya.

Baca Juga :   Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Diduga Orang Dekat Korban

Sedangkan Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, korban tewas dianiaya bukan dilakukan oleh sipir atau petugas Lapas Klas II Muara Enim, tapi dianiaya oleh narapidana di Lapas tersebut.

“Kasusnya sudah ditangani oleh Polres Muara Enim, tiga orang Napi yang menganiaya korban telah dijadikan tersangka oleh Polres. Disamping itu, dari hasil pemeriksaan para petugas Lapas Klas II Muara Enim yang dilakukan oleh tim khusus, belum ada indikasi keterlibatan petugas Lapas,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono saat dihubungi mengungkapkan, dalam kasus penganiayaan korban Yuhendri Kusnadi yang terjadi di dalam Lapas Klas II Muara Enim, belum lama ini pihaknya telah menangkap tiga tersangka yang merupakan Napi di Lapas tersebut.

“Adapun ketiga tersangkanya yakni; Lubis, Agus Fitrian dan Adrianto alias Andre. Ketiganya merupakan Napi dan kini kami proses hukum, bahkan saat ini berkas perkara ketiga tersangka sudah dilakukan tahap satu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” pungkas Kapolres. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemasok Sabu di Prabumulih Dibekuk

Prabumulih, KoranSN Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih meringkus dua tersangka yang merupakan kurir sekaligus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.