Zulfikar Diduga Suap Bupati Banyuasin Rp 7 Miliar

SIDANG- Nampak terdakwa Zulfikar Muharrami saat menjalani sidang perdana di PN Tipikor Palembang. (Foto-ist)
SIDANG – Nampak terdakwa Zulfikar Muharrami saat menjalani sidang perdana di PN Tipikor Palembang. (Foto-ist)

Palembang, KoranSN

Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami (39), terdakwa dugaan kasus suap penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di Pemkab Banyuasin, Rabu (30/11/2016) menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I A Palembang.

Dalam surat dakwaan KPK No: Dak-68/24/11/2016 yang dibacakan oleh JPU KPK, Feby Dwiyandospendy dimuka persidangan, terungkap jika terdakwa Zulfikar diduga memberikan uang suap senilai Rp 7 miliar lebih kepada Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian (Tersangka dalam perkara ini) agar mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan Banyuasin, tahun anggaran 2014-2017.

Diungkapkan Feby Dwiyandospendy, pemberian uang suap tersebut bermula saat tahun 2013 lalu, terdakwa Zulfikar Muharrami berkenalan dengan Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, ‘STY’ (yang juga tersangka dalam perkara ini).

Setelah perkenalan tersebut, lanjut Feby, akhirnya terdakwa mengetahui jika ‘STY’ adalah orang dekat Yan Anton Ferdian. Sehingga terdakwa menyampaikan keinginannya kepada ‘STY’ agar dapat diikutkan dalam proyek-proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.

“Atas keinginan tersebut, ‘STY’ pun menyampaikan kepada terdakwa, jika terdakwa ingin mendapatkan proyek maka terdakwa wajib menyetorkan fee 15 persen hingga 20 persen dari nilai kontrak proyek setelah dipotong pajak. Uang fee tersebut, kemudian diserahkan kepada Yan Anton melalui ‘STY’. Dimana total uang suap yang diduga diserahkan terdakwa kepada Bupati Banyuasin senilai Rp 7 miliar lebih atau Rp 7.437.400.000.00, yang uangnya diserahkan secara bertahap,” ungkap JPU KPK dalam dakwaan.

Baca Juga :   BNN Mura Blender 810,45 Gram Sabu

Lebih jauh dikatakan Feby Dwiyandospendy, setelah uang tersebut diberikan maka terdakwa mendapatkan 14 lebih paket proyek di Dinas Pendidikan Banyuasin tahun anggaran 2014-2017.

“Untuk itulah, dalam dugaan kasus ini terdakwa Zulfikar Muharrami selaku Direktur CV Putra Pratama dinilai telah melakukan tindak pidana korupsi lantaran telah memberikan uang suap tersebut. Atas perbuatan terdakwa maka kami dari JPU KPK mendakwa terdakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

Usai mendengarkan dakwaan JPU KPK, Ketua Majelis Hakim, Arifin SH MH dengan hakim anggota Paluko Hutagalung SH MH dan Haridi SH MH menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Diketahui, dugaan kasus ini terungkap, setelah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, Minggu 4 September 2016 tertangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti; uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Baca Juga :   BNI Siapkan Rp 1 Triliun

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga menetapkan tersangka kepada Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami yang diduga sebagai pemberi uang suap.

Bukan hanya itu, KPK pun menetapkan empat tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin) serta ‘K’ (pihak swasta).

Diberitakan sebelumnya, untuk mengungkap dugaan kasus ini, Rabu 7 September 2016 penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan dua rumah mewah dan Kantor CV Putra Pratama milik tersangka Zulfikar Muharrami, di Jalan Tanjung Sari II RT 33 RW 7 Kelurahan Bukti Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …