Zulkarnain Bayan Terpilih Jadi Ketua MUI Kabupaten Muratara

Ust Zulkarnain Bayan, Ketua MUI terpilih Kabupaten Muratara untuk periode 2020-2025.(foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Ustadz Zulkarnain Bayan terpilih menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) periode 2020-2025.

Terpilihnya Ust Zulkarnain Bayan ini melalui proses yang sangat alot pada acara Musyawarah Daerah (Musda) pertama yang digelar MUI Kabupaten Muratara yang berlangsung di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Mathiriyah Muratara, Senin (3/2/2020).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MUI Provinsi Sumsel Prof. DR. Aflatun Muchtar, Kakan Kamenag Muratara Ikhsan Baijuri, Pimpinan Ponpes Tazakka Ust. Zulkarnain Bayan, Ketua MUI Muratara periode 2016-2020 Ust Romdhani, Kasat Pol PP Firdaus dan pengurus MUI Kecamatan se Kabupaten Muratara.

Sekda Muratara Alwi Roham mengatakan, atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) menyadari bahwa tanpa kerjasama, tanpa ada sinergisitas antara Pemerintah dengan ulama khususnya MUI Kabupaten Muratara tidak ada apa apanya dan bahkan tidak dapat melaksanakan akitivitas dengan sebaik baiknya, tidak akan dapat melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin tanpa adanya kerjasama dan sinergisitas dengan baik.

“MUI merupakan wadah dari para ulama atau kumpulan dari para ulama, tadi sedikit telah disampaikan oleh Pak Ketua MUI Provinsi Sumsel bahwa MUI Provinsi Sumsel banyak sekali komisi komisi yang tentunya apabila komisi komisi ini benar benar berfungsi bisa bersinergisitas dengan Pemkab Muratara yang tentunya segala sesuatunya dapat kita laksanakan dengan sebaik baiknya. kami yakin dan percaya melalui kerjasama MUI insya Allah apa yang menjadi program dan kegiatan dari Pemkab Muratara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Sekda.

Ia menuturkan, salahsatu kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah memberangkatkan jamaah umroh tahun 2019 sebanyak 110 orang.

Baca Juga :   Lomba Senam Warnai HUT ke-1 GOW Muara Enim

“Kemarin Pak Bupati menekankan itu terus dianggarkan, kita kalau bisa setiap tahun pengiriman dari pada jamaah umroh. Kita juga sudah bekerjasama dengan LPTQ dalam rangka pengiriman 360 para santri ke Pulau Jawa dan Sumatera, Pemkab Muratara juga sangat sadar bahwa inilah (Santri red) aset-aset yang sangat brilian, aset aset yang jangka panjang yang tidak rusak dan lapuk karna hujan dan tidak akan rusak disepanjang zaman ketimbang kita memikirkan aset aset fisik saja,” ujarnya.

Oleh karena itu lanjut Sekda, Pemerintah sadar bahwa harus menyiapkan SDM yang handal dan kuat serta kokoh yang disinergikan dengan sumber daya alam (SDA) yang ada di Kabupaten Muratara. Impian kami kepada anak anak Muratara kedepan, jika Muratara ini dikelolah dengan baik mungkin jadi Brunai Darussalam kedua.

Sementara itu Ketua Formatur pemilihan Ketua MUI Kabupaten Muratara, Joni Ardi mengatakan sebelum melakukan pemilihan Ketua MUI pihaknya membentuk tim formatur terlebih dahulu, tim formatur itu terdiri dari 11 orang terdiri dari Ketua domisioner yang sudah habis jabatan, sekretaris domisioner, kemudian empat orang dari perwakilan Kecamatan yang sudah melalui musyawarah, setelah itu dua orang dari perwakilan Ponpes, kemudian dari tokoh NU dan Muhammadiyah.

“Jadi tim formatur itu berjumlah 11 orang ditambah satu orang dewan penasehat MUI Muratara dan satu orang pendamping dari MUI Provinsi Sumsel,” katanya.

Mengenai proses pemilihannya lanjut Joni, pertama melalui proses aklamasi tetapi tidak sepakat dan akhirnya proses melalui voting.

Baca Juga :   Bupati Muratara Instruksikan Siswa Belajar di Rumah Hingga 6 April 2020

“Hasil dari voting tadi akhirnya Ust Zulkarnain Bayan terpilih sebagai ketua MUI Kabupaten Muratara dari dua calon kandidat yang diusulkan,” jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua MUI Kabupaten Muratara terpilih Ust Zulkarnain Bayan mengatakan Ketua MUI ini adalah amanah, kedepan dirinya akan memfungsikan MUI ini supaya lebih efektip lagi, lebih optimal dengan tujuan memberdayakan ulama karna ini Majelis Ulama Indonesia.

“Jadi ada kalimat ulamanya disitu, sehingga ini berdampak kepada Muratara yang lebih baik secara religi. kemudian kegiatan kegiatan itu kita akan musyawarahkan kedepannya sehingga kegiatannya bisa betul betul menyentuh masyarakat bawah sehingga keberadan MUI ini betul betul punya dampak positif dengan masyarakat,” katanya.

Ia mengaku jika pemilihan ini dilakukan secara bersama dan tidak ada voting serta tidak ada dukung mendukung dan pemilihan pemilihan dan sebagainya.

“Pemiilihan ini dengan cara aklamasi, jadi saya langsung dipilih dan dapat kepercayaan dari teman teman sekalian. ya amanah ini insya allah akan saya jalankan seefektip mungkin setelah ini kita membentuk kepengurusan kemudian program program. Dan program program pada masa kepemimpinan Ust. Romdhani yang bisa kita teruskan ya kita teruskan, kalau memang ada kegiatannya yang tidak memungkinkan, akan kita cari terobosan-terobosan yang lain,” jelasnya. (snd)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Satu Desa di Garut Diisolasi Karena Ditemukan Tiga Positif COVID-19

Garut, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, memutuskan mengisolasi Desa Samida, Kecamatan Selaawi, selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.