1 Penumpang Kapal Feri yang Karam di Perairan TAA Dinyatakan Hilang



Petugas Basarnas Palembang saat mencarian satu penumpang yang hilang. (foto-Basarnas Palembang)

Palembang, KoranSN

Hanafi (20), penumpang Kapal Feri merek Kahyong Utara yang karam di kawasan perairan Tanjung Api-Api (TAA) Banyuasin, Selasa pagi (20/2/2018) dinyatakan hilang.

Hingga saat ini Tim Basarnas Palembang masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Kepala Basarnas Palembang, Toto Mulyono mengungkapkan, dari 37 penumpang kapal, 1 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

Adapun korban yang hilang tersebut merupakan seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang saat kejadian berada di dalam Kapal Feri merek Kahyong Utara tersebut.

“Satu ABK yang hilang dan kini petugas Basarnas Palembang masih melakukan pencarian korban,” kata Toto.

Baca Juga :   Razia Pekat Pedangang Miras Kocar-Kacir

Terpisah, Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Palembang, Inarwan menambahkan, jika pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap satu ABK yang hilang tersebut.

“Ya kami masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang hilang itu,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Feri merek Kahyong Utara dengan jumlah penumpang 37 orang, yang terdiri dari; 29 orang penumpang umum dan 8 orang Anak Buah Kapal (ABK), Selasa pagi (20/2/2018) karam di kawasan perairan Tanjung Api-Api Kabupaten Banyuasin.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat Kapal Feri merek Kahyong Utara berangkat dari Bangka dengan membawa para penumpang serta sejumlah kendaraan diantaranya; truk, mobil pribadi dan sepeda motor hendak menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api. Namun diperjalanan atau sekitar 3 mil dari Pelabuhan Tanjung Api-Api, tiba-tiba kapal tersebut miring lalu terbalik dan tenggelam.

Baca Juga :   Kapolda Pastikan Sofyan Korban Begal

Kepala Basarnas Palembang, Toto Mulyono membenarkan kejadian tersebut. Usai kejadian petugas Basarnas Palembang yang mendapati informasi kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian dan menolong para korban.

Masih dikatakan Toto, tenggelamnya Kapal Feri merek Kahyong Utara diduga saat kapal tersebut memasuki perairan Tanjung Api-Api, kapal salah dalam memilih jalur dengan melintasi perairan yang dangkal hingga mengakibatkan kapal miring lalu terbalik dan tenggelam.

“Jadi, kapal itu tenggelam kemungkinan salah dalam mengambil jalur, sehingga kapal melintasi perairan yang dangkal,” ujarnya. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

KPK Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokmas Jawa Timur

Jakarta, KoranSN Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 21 tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan …

    error: Content is protected !!