1 Tahun Abu Jakfar Jadi Target Densus Anti Teror

Ketua RT 73 Kebun Bunga, Mashur. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Selama satu tahun, ‘SU’ alias Abu Jakfar yang kediamannya di Jalan Lapangan Kerikil Kampung Suka Damai Lorong Perdamaian RT 73 RW 14 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang, menjadi target Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri.

Hal tersebut terungkap berdasarkan pengakuan dari Ketua RT 73 Kelurahan Kebun Bunga, Mashur (60) saat ditemui di kediamannya yang lokasinya tak berjauhan dari rumah ‘SU’ alias Abu Jakfar.

Menurutnya, jika satu tahun lalu dirinya dipanggil untuk datang ke kantor Kecamatan Sukarami. Setiba di sana ia bertemu dengan anggota polisi yang mengaku dari Mabes Polri.

“Polisi itu bilang ke saya jika mereka dari Mabes Polri. Kemudian, polisi tersebut menyampaikan agar saya memantau kediaman ‘SU’ alias Abu Jakfar. Jadi penangkapan ‘SU’ alias Abu Jakfar di Muara Enim ini memang sudah menjadi target petugas sejak setahun yang lalu,” ceritanya.

Dijelaskannya, jika salama ini ‘SU’ alias Abu Jakfar jarang bermasyarakat. Bahkan warga sempat menaruh curiga, karena anak-anak ‘SU’ alias Abu Jakfar tidak ada yang sekolah.

“Jadi ‘SU’ alias Abu Jakfar ini tertutup orangnya, selain itu yang bersangkuta juga jarang ada di rumah,” tandasnya.

Baca Juga :   Buronnya Djoko Tjandra Bukti Lemahnya Integritas Oknum Penegak Hukum

Diberitakan sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan 12 warga diduga terlibat teroris di tempat berbeda yakni; Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, OKUS dan OKU. Dari penangkapan tersebut, salah satu yang diamankan yakni; ‘SU’ alias Abu Jakfar yang ditangkap di kawasan Pasar 2 RT 4 RW 4 Kabupaten Muara Enim.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, diketahui jika ‘SU’ alias Abu Jakfar memiliki rumah di Palembang. Dari itulah Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penggeledahan di rumah tersebut. (ded)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

KPK Dalami Aliran Uang Suap Gubernur Maluku Utara

Jakarta, KoranSN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang mendalami aliran uang suap yang diterima …

error: Content is protected !!