Hutan Kita Merana, Banjir di Depan Mata

Tampak Banjir dikawasan sekip beberapa waktu yang lalu. (Foto-sn/Ferdinand Deffryansyah)
Tampak Banjir dikawasan sekip beberapa waktu yang lalu. (Foto-sn/Ferdinand Deffryansyah)

SEMUA daerah di Indonesia termasuk di Sumsel saat ini rata-rata harus repot berurusan dengan tingginya curah air hujan dan sungai. Beberapa daerah bahkan sudah ada yang melaporkan, banjir dan daerahnya terendam.

Ternyata alam yang sangat tak bersahabat dan musim yang tak bisa diterka sekarang, harus menjadi evaluasi kita bersama.

Dampak perusakan hutan yang membabi buta ditambah penegakan supremasi hukum untuk yang melanggar sangat lembek, adalah salah satu faktor yang membuat bumi tak lagi ramah.

Padahal hutan yang ada paru-paru dunia (ingat hutan tropis di Sumatera adalah penyangga kestabilan iklim bumi).  Dapat kita sebut, banyak sekali akal-akalan orang untuk terus membabat hutan.

Baca Juga :   Palembang Mati Lampu Berkepanjangan, Bikin Susah!

Perusakan hutan yang membabi buta ini mengakibatkan dampak global warming, yang muaranya ke iklim yang tak seimbang dan tak bersahabat. Jangan sampai kondisi ini membuat gerak rakyat menjadi statis, karena harus menerima dampak buruk dari musim hujan yang tak dikira-kira.

Mulai dari penyakit musiman, sampai ke kemalangan karena dampak banjir. Kemudian antisipasi jangka panjang yang harus dilakukan, ditegaskan untuk meremajakan kembali hutan dan alam yang sudah rusak.

Jangan dong! Program peremajaan hujan hanya dijadikan ajang seremonial, kemudian hilang begitu saja.

Baca Juga :   Alam Sedang Tak Ramah, Waspadai Bencana Alam

Mari kita bergerak, untuk melihat begitu banyak hutan di Negeri kita sudah hilang dan hanya tersisa tanah merah. Kondisi ini hanya menunggu ‘bom waktu’, terjadinya dampak yang sangat buruk, kalau tak segera diantisipasi. (Agus Harizal)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

COVID-19 Masih Memerlukan Perhatian yang Tinggi

  DI penghujung tahun 2020, permasalahan COVID-19 masih memerlukan perhatian yang tinggi, walaupun secara umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.