Ratusan Hektar Sawah Diserang Hama Tikus





hama tikus
Hama tikus. FOTO-NET

Pagaralam, KoranSN

Ratusan hektar sawah di tiga  kecamatan, di Kecamatan Dempo Utara, Kecamatan Pagaralam Utatara, Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, gagal panen karena diserang hama tikus.

Penelurusan SN, Minggu (7/3/2016), kondisi tanaman padi bukan hanya tinggal tunggul saja, tapi sebagian juga mengalami kerusakan cukup parah menyebar diketiga kecamatan tersebut.

Kondisi terparah di Kelurahan Rebah Tinggi dan Jangkarmas, karena ada lahan sawah yang tidak bisa dipanen sama sekali.

Kemudian petani untuk satu bidang sawah bisa menghasilkan 10-15 karung, kini hanya 2-3 karung dengan ukuran per karung bisa capai 60-70 kg gram gabah kering.

“Untuk panen musim tanam kali ini sebagian besar petani di Kelurahan Jangkarmas gagal panen, mengingat biasa sekali panen kami bisa mendapatkan 35 karung, tapi saat ini hanya menghasilkan 7 karung saja,” kata Afan petani Jambat Akbar, kemarin.

Baca Juga :   Waspada! Tahu dan Mie Kuning di Empat Lawang Positif Borak dan Formalin

Ia mengatakan, selain diserang hama tikus juga tanaman padi mengalami serangan hama daun menjadi merah dan setelah itu mati.

“Hampir semua tanaman padi rusak akibat serangan hama tikus dan hama daun merah, kondisi ini menjadikan hasil panen turun hanpir 60 bahkan 80 persen,” kata dia.

Afan mengatakan, sebelumnya hasil 2 ton hingga 2,5 ton, tapi sekarang hanya mendapat hasil panen 300 hingga 500 kg paling banyak, dan bahkan ada yang hanya dapat 150 kg.

Ditambakan Manto warga Sandar Aging, Kelurahan Rebah Tinggi, ada sekitar 30 hektar di dusun Sandaragin, rusak dan gagal panen diserang hama tikus.

“Memang cukup parah serangan hama tikus, biasa petani sekali panen dapat 10-15 karung, tapi sekarang hanya 2 karung saja,” ungkap dia.

Ia mengatakan, belum ada upaya bantuan dari pemerintah untuk menanggulagi hama tikus sehingga petani kewalahan mengatasinya.

Baca Juga :   Bertambah 2, Positif Corona di OKI Jadi 6 Kasus

“Tikus ini cukup cepat penyebaranya, sehingga dalam satu malam bisa menghabiskan 1 hektare tanaman padi,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Hultikultura, Jumaldi Jani SP MM mengatakan, memang sedikit kesulitan menghadapi hama tikus, karena menyebar di beberapa daerah.

“Kemudian hama tikus juga sulit dibasmi, karena membuat sarang di dalam tanah, dan muncul juga pada malam hari, untuk penyemprotan racun juga sulit,” ungkap dia.

Lanjut dia, kalaupun mungkian dilakukan pemburuan dengan bersama-sama masyarakat di daerah banyak tikus. (asn)

Publisher : Fitriyanti

Lihat Juga

Kurva Covid-19 di OKI Menurun, Tetap Patuhi Prokes

Kayuagung, KoranSN Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten OKI Listiadi Martin SSos MM mengungkapkan, perkembangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.