14 Hari Aries dan Ramlan Ditahan di Sel Mapeling Rutan Pakjo





Tim KPK membawa koper saat tiba di Rutan Pakjo Palembang dalam rangka penahanan tersangka Aries HB dan Ramlan Suryadi. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (3/9/2020) menjebloskan Ketua DPRD Muara Enim nonaktif Aries HB, dan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi yang merupakan tersangka OTT suap proyek Bupati Muara Enim ke Rutan Pakjo Palembang.

Keduanya ditahan selama 14 hari kedepan di sel tahanan Mapeling Rutan Pakjo.

Diketahui, pemindahan penempatan tahanan kedua tersangka dari Rutan KPK ke Rutan Pakjo, dalam rangka persiapan persidangan yang dalam waktu dekat akan digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Baca Juga :   Dodi Reza Bantah Dapat Jatah Fee Proyek Muba

Kepala Rutan (Karutan) Pakjo Palembang, Mardan mengungkapkan, jika kedua tersangka awalnya akan ditempatkan di sel tahanan mapeling selama 14 hari kedepan.

“Keduanya kita tempatkan dulu di sel mapeling dalam rangka pencegahan Covid-19,” katanya

Apabila sudah 14 hari, lanjutnya, barulah penahanan kedua tersangka dipindahkan ke sel tahanan Tipikor.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Januar Dwi Nugroho mengatakan, jika penahanan kedua tersangka ditempatkan di Rutan Pakjo Palembang lantaran dalam waktu dekat persidangan kedua tersangka akan segera digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

“Kalau untuk berkas perkara kedua tersangka, dalam waktu dekat juga akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Palembang,” tegasnya.

Diketahui dalam perkara ini, sebelumnya Ahmad Yani yang merupakan Bupati Muara Enim yang menjabat saat kasus ini terjadi telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang dengaan hukuman pidana 5 tahun penjara.

Baca Juga :   Bungalow Pulau Kemaro Calon Obyek Wisata Kota Palembang

Sedangkan A Elvin MZ Muchtar yang ketika kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim divonis Hakim 4 tahun penjara. Kemudian, Robi Okta Fahlefi selaku kontraktor yang memberikan suap juga telah divonis Hakim dengan hukuman pidana 3 tahun penjara. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Sri Sulastri: Bakal Banyak yang Kena!

Palembang, KoranSN Pengamat Hukum Sumsel, Dr Hj Sri Sulastri SH MHum, Minggu (27/11/2022) mengatakan, jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!