15 Persen Pemilih Tak Miliki NKK



Ketua KPU RI Arief Budiman saat dibincangi wartawan. (foto-anton/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ketua KPU RI Arief Budiman menyatakan berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) pemilih yang dilakukan oleh panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) di Sumsel, sebanyak 10-15 persen calon pemilih tidak memiliki Nomor Kartu Keluarga (NKK).

Arief mengatakan, dengan tidak memiliki NKK, bukan berarti kehilangan hak suara, tetapi, pemilih tetap didata, hanya tidak berkelompok dalam satu keluarga.

“Jika semua NKKnya dituliskan maka akan berada dalam 1 TPS, karena pengelompokan TPS itu berdasarkan keluarga, tapi kalau nomor keluarganya enggak di tulis, sampeyan bisa ada disini, sampeyan bisa berada di keluarga lain, dan itu tidak banyak dari 100 persen data di TPS mungkin hanya 10 sampai 15 persen yang masih kosong selebihnya sudah ada,” ungkap Arief yang datang ke Palembang dalam rangka monitoring Coklit, didampingi komisioner dan staf KPU Sumsel dan KPU Palembang dan jajaran, Minggu (4/2/2018).

Ia berharap, PPDP segera memperbaiki data calon pemilih yang tidak memiliki NKK ini, dengan dibantu RT, RW, PPS, PPK dan Panwas.

“Saya harap semua ikut, saya minta Panwas terus bekerjasama dengan KPU supaya kalau ada masalah bisa langsung diselesaikan, sehingga penyelesaian bisa cepat dalam waktu singkat dan biasanya lebih detail karena on the spot, “ katanya.

Ia mengatakan, PPDP sudah melakukan coklit tahap I di Sumsel, dari tanggal 20 Januari sampai 2 Februari 2018, artinya sudah 12 hari. “Kita masih ada 16 hari lagi. Sejauh ini, Coklit yang dilakukan sudah mencapai 58 persen,” kata Arief.

Baca Juga :   Kawal Unjuk Rasa, Polda Sumsel Kedepankan Pengamanan Humanis

Arief menilai, pendataan yang dilakukan di Sumsel terutama Palembang sudah baik, dimana semua PPDP sudah melakukan Coklit dari rumah ke rumah, tidak ada yang manipulatif.

“Semua on the spot datang ke lapangan-lapangan,” ujarnya.

Sementara Anggota KPU Sumsel, Heni Susantih mengatakan, kedatangan Ketua KPU RI Arief Budiman ke Palembang dalam rangka monitoring coklit pemilih di Kota Palembang, karena menginap di Hotel Horison Ultima Palembang depan Pasar Cinde, maka secara acak melakukan monitoring coklit.

“Dua tadi dekat Hotel Horison, karena Ketua KPU menginap di Hotel Horison melakukan monitoring coklit ke rumah warga dekat hotel, datanya lengkap dan tidak ada permasalahan serta kondisi yang di monitoring coklit aman-aman,” pungkasnya. (awj)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Ratusan Pegawai Kemenkumham Sumsel Ikuti Jalan Santai di Jakabaring Sport City

Palembang, KoranSN Dalam upaya menjaga kesehatan tubuh seluruh pegawai, Kanwil Kemenkumham Sumsel menggelar kegiatan olahraga …

    error: Content is protected !!