18 Titik Pasar Bedug Jadi Target Sidak







Salah satu pedagang yang terpaksa membuang dagangannya karena positif mengandung formalin. (foto/IST)
Salah satu pedagang yang terpaksa membuang dagangannya karena positif mengandung formalin. (foto/IST)

Palembang, koranSN

Dibulan suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel dan bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang gencar melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk mencegah penjualan makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti Formalin dan beberapa bahan lainnya.

Dalam sidak ini sebanyak 18 titik pasar bedug menjadi target. Demikian diungkapkan Kasi Layanan Informasi Konsumen, Gustini saat melakukan sidak dihari kedua di Cinde, Rabu (8/6/2016).

“Sekitar 18 titik yang menjadi target kami. Dihari pertama yakni di Pasar Bedug Masjid Agung dan Pasar Bedug yang berada di sepanjang Jalan Ratna. Sedangkan hari kedua ini di Pasar Bedug Cinde, untuk hari berikutnya kami akan berkoordinasi lagi,” katanya.

Baca Juga :   Pembukaan Musda XIII HIPMI Sumsel di Hotel Aryadutha Meriah (Foto)

Dijelaskannya, tujuan dilakukannya sidak ini agar melindungi masyarakat dari makanan yang mengandung bahan berbahaya. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan di mobil keliling tetap saja ditemukan tahu mengandung formalin yang dijual pedagang. Karena itu, pihaknya meminta pedagang untuk memusnahkan tahu yang mengandung formalin tersebut.

“Tahu ini sudah terpaksa langsung dibuang agar tidak dijual lagi ke masyarakat,” tegasnya.

Diterangkannya, nantinya bagian pemeriksaan dan penyelidikan akan mencari tahu dimana produsennya. Karena, suspect besar kemungkinan dari tahu dan mie. Seperti Rujak Mie, kalau yang memakai mie kiloan itu pasti 99 persen berformalin. “Jika nantinya didapati produsen tersebut kami akan tindaklanjuti secara hukum agar diberikan sanksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Jaminan Sarana kesehatan Dinkes Sumsel, M Rizal menambahkan, sebagai Dinkes pihaknya akan memberikan pembinaan terhadap temuan yang telah didapati oleh pihaknya dan BPOM. “Kami akan terus menelusuri sumber atau produsen utama yang menjual produk-poduk berformalin, seperti yang ditemukan saat sidak pasar beduq mulai dari mie dan tahu. Selain itu, kami juga akan memberikan pembinaan kepada pendagang agar berhati-hati membeli tahu dan mie,” singkatnya. (wik)

Publisher : awik obsesi

Lihat Juga

Ikhwanuddin Minta Lahan Milik Keluarganya Diganti Rugi

Palembang, KoranSN Ikhwanuddin SSos MSI, Selasa (4/10/2022) menegaskan, keluarganya menjadi korban terkait dugaan penyerobotan lahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!