2.000 Benda Pusaka Besemah Dimandikan Sambut 1 Muharram





Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati memegang salah satu benda pusaka Besemah untuk dibersihkan dalam menyambut 1 Muharram 1439 Hijriah. (foto-asnadi/koransn.com)

Pagaralam, KoranSN

Menyambut 1 Muharram 1439 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan pemelihara benda pusaka, Kamis (21/9/2017) memandikan dan membersihkan sedikitnya 2.000 benda-benda pusaka di Dusun Kauman, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralm Utara.

Salah seorang pemilik dan pemelihara benda pusaka, Herdensi mengatakan, memang sudah menjadi tradisi jika menyambut 1 Muharram tahun baru Islam memandikan benda pusaka. Hal ini merupakan tahun pertama pagelaran pembersihan benda pusaka warisan dari penguasa Besemah yang memandikanya di publikasikan.

“Kami memandikan atau pembersihan benda-benda pusaka sudah dimulai sejak tahun 1995 di Palembang dan dilakukan secara kekeluargaan dari kelompok pecinta benda peninggalan leluhur tersebut,” kata dia.

Dia menambahkan, pembersihan benda pusaka ini bukan bertujuan untuk menyembah benda tersebut, tapi merawat untuk mebersihkan sekaligus melestarikan supaya bisa bertahan dan termasuk memberi pelajaran bagi masyarakat Kota Pagaralam akan tingginya budaya Besemah.

Baca Juga :   Ridho Hadiri Pelantikkan Kepengurusan PWI Kota Prabumulih

“Ini merupakan wujud penghargaan terhadap kekayaan intelektual leluhur Besemah, untuk itu mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya tersebut,” kata Herdensi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam, Marjohan MPd melalui Kabid Kebudayaan, Najamudin Mpd mengatakan, ada 2.000 benda pusaka berupa keris, siwar, kuduk, serta tombak yang berusia dari abad ke-6 dibersihkan pada 1 Muharram ini.

“Kami mencoba untuk mengangkat kearifan lokal salah satunya dengan tradisi memandikan atau membersihkan benda pusaka ini, karena ini merupakan warisan budaya, yang memiliki nilai seni sangat tinggi dan harus kita jaga,” ujarnya.

Wali Kota Pagaralam, Hj Ida Fitriati sangat mengapresiasi kegiatan memandikan ayau pembersihan benda pusaka tersebut.

“Benda pusaka ini mengingatkan kita semua akan kearifan budaya lokal yang ditinggalkan nenek moyang kita dahulu, mereka dapat membuat pusaka seperti keris dengan telaten, teliti dan halus bahkan ada juga yang terbuat dari batu,” kata Ida.

Baca Juga :   Imbangi Eksekutif, Legislatif Janji Bersinergi dengan Pers OKI

Ida menambahkan, ini akan dijadikan even tahunan kedepannya, karena ini merupakan salah satu pagelaran yang akan menjadi daya tarik wisata baik lokal maupun luar daerah.

“Semoga ini menjadi momentum untuk kita semua, baik yang tua maupun generasi muda untuk terus melestarikan dan menjaga warisan budaya Besemah yang telah diwariskan kepada kita semua,” ungkapnya. (asn)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kurva Covid-19 di OKI Menurun, Tetap Patuhi Prokes

Kayuagung, KoranSN Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten OKI Listiadi Martin SSos MM mengungkapkan, perkembangan …