2 Jam Bos PT PDPDE Gas Diperiksa Kejati Sumsel Terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Gas

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khaidirman. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Selama dua jam bos atau Direktur Utama PT PDPDE Gas, Yasser Arafat, Rabu (11/12/2019) diperiksa Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Pemeriksaan saksi yang dilakukan tersebut, dikarenakan Kejati Sumsel saat ini sedang membidik tersangka dalam dugaan kasus tersebut yang kini sudah dalam tahap penyidikan.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman mengatakan, jaksa penyidik memeriksa Yasser Arafat lantaran dalam dugaan kasus ini PT PDPDE Gas merupakan perusahaan konsorsium hasil kerjasama antara PT PDPDE selaku BUMD Pemprov Sumsel dengan PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang.

“Dalam perkara ini kan PT PDPDE menjalin kerjasama dengan PT DKLN untuk jual beli gas. Nah, dari kerjasama inilah kedua perusahaan tersebut membentuk PT PDPDE Gas. Dari itu Kejati Sumsel memeriksa Yasser Arafat selaku Direktur Utama PT PDPDE Gas sebagai saksi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam pemeriksaan tersebut Yasser Arafat menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama dua jam, yakni sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

“Pemeriksaan saksi dilakukan dalam rangka mengumpulkan barang bukti guna menetapkan tersangkanya. Sebab sampai saat ini perkara yang sudah dalam tahap penyidikan ini kan belum ada tersangkanya. Makanya hingga kini jaksa penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” paparnya.

Bukan hanya itu lanjutnya, dalam perkara ini Kejati Sumsel juga masih menunggu audit kerugian negara yang kini masih dihitung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumsel.

“Jadi, untuk kerugian negaranya masih dihitung oleh BPKP Sumsel,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, sedangkan untuk pemeriksaan saksi dari sejumlah Pejabat Pemprov Sumsel yang sebelumnya para saksi tersebut tidak hadir dalam pemanggilan, sejauh ini memang belum ada yang dilakukan pemanggilan ulang guna pemeriksaannya.

Baca Juga :   Kasus OTT Bupati Muara Enim, Ahmad Yani Diduga Juga Terima Suap Berupa Tanah

“Pemanggilan ulang saksi dari pejabat Pemprov belum dilakukan karena belum diagendakan pemeriksaannya oleh jaksa penyidik,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini, Selasa (10/12/2019) Kejati Sumsel telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dari PT Talisman Energi.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itu jaksa penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ungkap Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman.

Sebelumnya Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto juga telah mengungkapkan, jika dari pemanggilan saksi yang dilakukan oleh Kejati Sumsel terdapat dua saksi yang tidak menghadiri panggilan guna diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Diungkapkannya, saksi yang tidak hadir dalam pemanggilan tersebut yakni; ‘AJ’ dan ‘NU’. Kedua saksi ini tidak menghadiri panggilan sesuai jadwal yang sudah ditentukan jaksa penyidik, dimana untuk ‘AJ’ tidak menghadiri pemanggilan pada Selasa (3/12/2019). Sedangkan ‘NU’ tidak menghadiri panggilan Kejati Sumsel pada Kamis (5/12/2019).

“Adapun saksi yang tidak hadir untuk kami periksa yakni ‘AJ’ dan ‘NU’ yang keduanya selaku pejabat Pemprov Sumsel,” ungkap Hendri Yanto saat itu.

Masih dikatakannya, di PT PDPDE ‘AJ’ dan ‘NU’ merupakan pengawas di perusahaan PT PDPDE.

“Dengan tidak hadirnya kedua saksi dalam pemanggilan ini, maka nanti akan kami agendakan ulang pemangilannya,” tandas Hendri Yanto.

Sekedar mengingatkan, dalam dugaan kasus ini Senin lalu (14/10/2019), Kejati Sumsel juga melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang sebagai saksi.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan yang kedua kalinya dilakukan oleh jaksa penyidik lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Baca Juga :   Penyelundupan Telur Satwa Lindung dari Banyuasin ke Medan Dibongkar Polisi

Dijelaskan Khaidirman, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan hingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama kali sebagai saksi dilakukan Kejati Sumsel,Jumat lalu (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan di Kejati, Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya ke Kejati hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” tegas Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Macan Putih Gagalkan Transaksi Narkoba Lintas Daerah

Prabumulih, KoranSN Tim Macan Putih Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih menggagalkan peredaran Narkoba. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.