2 Jambret Meresahkan, Dilumpuhkan Tekab 134

Dua tersangka saat digiring anggota Tekab 134 ke Polresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Aparat Satuan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Polresta Palembang, Kamis (20/4/2017) melumpuhkan dua tersangka jambret yang kerap meresahkan masyarakat Kota Palembang.

Kedua tersangka yang masing-masing bernama Junaidi Firmansyah (22), dan M Aldo (20), harus merasakan sakit setelah timah panas petugas menyarang di kedua kakinya.

Kanit Tekab 134 Polresta Palembang, Ipda Daniel mengatakan, kedua tersangka yang tinggal di Jalan Sungai Gerong Lorong Dukun Kelurahan Plaju Ilir Kecamatan Plaju ini dibekuk, setelah pihaknya menerima aduan Doni Osmon (29), yang mengaku jika sudah menjadi korban penjambretan.

Berawal dari adanya laporan tersebut, lanjut Daniel pihaknya langsung bergerak cepat dengan menelusuri lokasi kejadian di Jalan KH Azhari Lorong Tangga Takat Kecamatan SU II. Ketika melakukan penyelidikan dilokasi, unit Tekab 134 berhasil mengumpulkan bukti-bukti hingga langsung memburu dan berhasil menangkap kedua tersangka.

Baca Juga :   KPK Panggil 4 Saksi Kasus Korupsi Izin Tambang Konawe Utara

“Aksi jambret yang dilakukan kedua tersangka ini, terjadi saat korban sedang membuang air kecil, dan menggantungkan tas selempangannya ke jeruji pagar yang ada dilokasi. Ketika itulah, kedua tersangka yang menggunakan sepeda motor datang dan langsung merampas tas milik korban yang berisikan sebuah HP pintar dan sejumlah uang tersebut,” jelasnya.

Atas perbutannya, keduanya harus mendekam dibalik jeruji besi dengan kurun waktu yang lumayan lama lantaran terjerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Sementara saat digiring ke Polresta Palembang, tersangka Junaidi Firmansyah mengaku, aksi jambret ini baru kali pertama ia lakukan itupun atas paksaan rekannya M Aldo. “Saya yang berperan merampas tas korban, tapi sumpah Pak! ini kali pertamanya saya lakukan. Aldo berperan sebagai pilot sepeda motor Pak!,” akunya.

Baca Juga :   Sering Bertengkar, Suami Hajar Istri Hingga Babak Belur

Sedangkan tersangka M Aldo menjelaskan, ia terpaksa menjambret karena tidak punya uang lagi untuk memenuhi hasratnya yang hobi menenggak miras. Uang hasil menjambret rencana untuk makan dan sisanya untuk beli miras.

Aldo juga mengaku, baru sekali ini melakukan aksi jambret dengan Junaidi. Biasanya, ia beraksi hanya seorang diri. “Kami lihat tas korban, dan langsung saja kami merampas tas korban, saya bawa motor, dan teman saya Jumaidi yang merampas tas korban,” ungkapnya sambil menahan sakit disikil kirinya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Cecar Tujuh Saksi Aliran Uang Pengurusan Banprov Untuk Indramayu

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar tujuh saksi terdiri dari anggota dan mantan anggota …