2 Mahasiswa Unsri yang Tenggelam Ternyata Ikuti Pelatihan Organisasi

Tampak jenazah Taufik Hidayat saat dibawa untuk dimakamkan. (Foto-foto/Dedy Suhendra/Koransn)

Palembang, KoranSN

Taufik Hidayat (18) dan Qizet (18), dua mahasiswa semester II FKIP Unsri yang ditemukan tewas tenggelam di danau buatan yang berada di belakang kampus Unsri Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), saat kedua korban mengikuti pelatihan leadership organisasi mahasiswa.

Demikian dikatakan Rektor Unsri, Prof Dr Anis Saggaf saat ditemui di rumah duka Muhamad Taufik Hidayat di Jalan Supsersemar Lorong kelpararu I No 19 Kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning, Palembang, Senin (27/3/2017).

Menurut Anis, pelatihan leadership organisasi mahasiswa diikuti kedua korban bersama sejumlah mahasiswa lainnya sejak, Jumat lalu  (24/3/2017). Dimana kegiatan tersebut dimulai dari menggelar kegiatan di pesantren.

Rektor Unsri, Prof Dr Anis Saggaf

“Jadi, dua korban meninggal dunia yang tenggelam itu karena mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa dalam rangka pelatihan leadership, tujuannya agar leadersihip para peserta menjadi baik. Dengan adanya kejadian ini, saya selaku Rektor sangat bersedih dan berbalasungkawa yang sedalam-dalamnya. Sedangkan untuk proses hukum selanjutnya, semuanya kita serahkan ke pihak Polres OI. Mudah-mudahan dan kita harapkan kedua anak kita yang tenggelam ini tidak seperti yang terjadi di tempat lainnya, seperti adanya kekerasan dan unsur kesengajaan. Dari itulah proses hukumnya kita serahkan ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Selain itu, kejadian ini merupakan musibah, tidak ada yang mau musibah. Akan tetapi ketentuan Allah tak bisa kita hindari,” katanya.

Baca Juga :   Polisi Temukan Ladang Ganja di Lahat

Masih dikatakan Anis, dengan adanya musibah tersebut maka pihak Unsri akan mengurus semuanya mulai dari pemakaman dan ansuransi untuk kedua korban. Hal itu dilakukan agar jangan ada lagi beban keluarga kedua korban.

“Kami akan mengurus semuanya. Sedangkan untuk kegiatan organisasi mahasiswa di Unsri, kedepanya saya akan meminta semua dekan mendampingi dan melakukan pengawasaan dalam setiap kegiatan yang dilakukan anak-anak mahasiswa. Jadi, untuk antisipasi agar kejadian serupa tak terulang lagi, kita akan perketat pengawasan dalam setiap kegiatan mahasiswa,” tandasnya.

Sedangkan Dekan FKIP Unsri, Sofendi yang juga datang ke rumah duka Almarhum Taufik Hidayat mengungkapkan, dengan kejadian yang mengakibatkan meninggal dunia dua mahasiswanya karena tenggelam, maka pihaknya akan menggelar rapat untuk membahas tindakan yang akan dilakukan kepada oraganisasi mahasiwa yang diikuti kedua korban.

Dekan FKIP Unsri, Sofendi

“Kami akan lakukan rapat agar tahu apa yang sebenaranya terjadi. Dalam rapat nanti semuanya akan dibahas, bahkan hasil rapat akan menjadi keputusan lembaga. Oleh sebab itulah saat ini semuanya belum jelas karena orang luar kan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari itulah kita akan segera lakukan rapat,” ucapnya singkat.

Pantauan di lapangan, pihak keluarga tetanga bahkan teman-teman kuliah alamarhum Muhamad Taufik Hidayat tampak berdatangan ke rumah duka. Sebelum dimakamkan di TPU Talang Kerikil, jenazah almarhum Muhamad Taufik Hidayat terlebih dahulu di Shalatkan di Masjid yang berada tak jauh dari rumah Alamrahum.

Baca Juga :   Terlibat Curanmor, Remaja 17 Tahun Diciduk

Sementara Arbaim dan Nur yang merupakan ayah dan ibu alamarhum Muhamad Taufik Hidayat terlihat shok dan bersedih atas kejadian yang mengakibatkan almarhum tenggelam dan meninggal dunia.

Kepada sejumlah wartawan, pihak keluarga korban tidak memberikan komentar karena kedua orang tua korban dan keluarga alamarhum Muhamad Taufik Hidayat masih berduka. “Kami dak biso beri keterangan, jadi maaf ya,” kata salah satu keluarga korban.

Sedangkan Friskilah (18) didampingi Leni (18), yang keduanya mahasiswi Unsri teman satu kelas almarhum Muhamad Taufik Hidayat dan Qizet di FKIP Unsri mengatakan, ia dan almarhum merupakan teman satu kelas.

“Kami satu kelas dengan Almahum Muhamad Taufik Hidayat dan Qizet. Kedua korban merupakan mahasiswa yang cerdas dan pintar, bahkan keduanya humoris. Kedua korban meninggal dunia karena tenggelam di kolam yang ada di belakang kampus saat mengikuti pelatihan organisasi mahasiswa,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan kasus korupsi terkait pengadaan dan pemasangan …