2 Terdakwa Dugaan Korupsi Lift BPKAD Palembang Divonis, Jaksa Merasa Diancam Dibunuh

Terdakwa Anda Rani menangis histeris setelah divonis hakim dengan pidana 1 tahun 6 bulan. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Anda Rani Murbiastuti ST MM salah satu terdakwa dugaan korupsi proyek pengadaan lift kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2015, Kamis (28/2/2019) menangis terisak-isak usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang keluar dari ruang sidang setelah menjatuhkan vonis kepadanya dengan pidana 1 tahun 6 bulan kurungan penjara.

Dengan digandeng seorang pria Anda Rani berjalan lalu duduk di kursi kuasa hukumnya. Anda Rani terus menangis meskipun pria yang berada di sampingnya itu terus merangkulnya, bahkan juga terlihat kuasa hukumnya juga ikut menenangkannya.

Di waktu bersamaan, pria yang di samping Anda Rani, tiba-tiba dengan lantang berteriak jika akan ada orang yang meninggal dunia setelah 40 hari kedepan usai vonis tersebut.

“Lihatlah nanti, 40 hari kedepan ada yang mati,” tegas pria itu.

Sementara terdakwa Anda Rani sambil menangis mengatakan jika dirinya tidak bersalah dalam dugaan kasus tersebut.

“Aku ini salah apa,” katanya.

Pantauan di lapangan, tampak juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mustofa mencoba menenangkan Anda Rani yang terus menangis. Bahkan kericuan dan adu mulut antara keluarga Anda Rani dengan pihak kejaksaan sempat terjadi saat jaksa akan membawa terdakwa ke Rutan Merdeka Palembang dengan mobil.

Baca Juga :   Direktur BSB Harus Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi Kredit Modal Kerja

Namun kericuan yang juga disaksikan oleh Sekda Kota Palembang ini langsung redah, saat dengan sigap pihak kejaksaan meminta Anda Rani masuk ke dalam mobil untuk dibawa ke Rutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, jika usai persidangan pihaknya selaku JPU merasa diancam dengan perkataan seorang pria yang sedang bersama terdakwa Anda Rani.

“Kami diancam, jika 40 hari kedepan nanti akan ada yang meninggal dunia. Ancaman tersebut bagi kami selaku penyidik dan juga JPU merupakan hal yang biasa. Perlu kami sampaikan, jika hal seperti ini mesti diletakan dengan ketentuan hukum yang berlaku, ada upaya hukum lainnya seperti melakukan banding,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui lanjut Andi, dalam persidangan terdakwa Anda Rani Murbiastuti telah divonis hakim dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Sementara terdakwa Ir Mardjuki MT divonis dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Penanganan dugaan kasus ini sangat panjang sekali, sejak tahun 2016 lalu. Dengan telah divonisnya kedua terdakwa, maka kami mengucapkan terimakasih kepada pimpinan Kejari Palembang dan Kejati Sumsel yang terus memberikan support kepada kami dalam melakukan penyelidikan, penyidikan hingga penuntutan. Selain itu, kami juga berterimakasih kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Tim Supervisi KPK, yang selalu melakukan koordinasi dengan kami dalam mengungkap dugaan kasus korupsi Lift BPKAD Palembang ini,” tandasnya.

Baca Juga :   Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Semarang-Boyolali

Husni Candra Kuasa Hukum terdakwa Anda Rani Murbiastuti mengungkapkan, jika kejadian usai persidangan tersebut karena kliennya mengalami sedikit emosional setelah mendengar vonis dari Majelis Hakim.

“Kejadian itu karena klien kami sedikit emosional. Sedangkan terkait putusan hakim kami masih pikir-pikir selama 7 hari, apakah nantinya akan banding atau menerima putusan tersebut. Sedangkan terkait putusan Hakim tersebut kami menghormatinya, walaupun kalau presepsi kami dalam dugaan kasus ini hanya kesalahan administrasi saja,” ungkapnya.

Sedangkan Sekda Kota Palembang, Harobin Mustofa enggan berkomentar banyak saat diwawancarai. Dikatakannya, kehadirannya hanya untuk memberikan support kepada Anda Rani Murbiastuti yang tak lain PNS di Pemkot Palembang.

“Untuk vonis ini, aku no coment. Tapi yang jelas, ini kan sudah putusan dan tentunya hakim dan jaksa ada pertimbangan sendiri. Saya hadir di sini, karena sebagai atasan untuk memberikan support saja, kalau yang lain aku dak komentar,” singkat Sekda. (ded)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Menparekraf: Oknum Pemalsu Tiket Coldplay Harus Ditindak Tegas

Bandarlampung, KoranSN Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menegaskan, oknum pemalsu tiket konser …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!