20 Rumah Warga Beringin Jaya Terancam Lonsor







Sekcam Rupit bersama Pj Kades Beringin Jaya, Irwansyah (baju putih dari kiri) sedang meninjau lokasi longsor di Desa Beringin Jaya Kecamatan Rupit. (Foto-Sunardi/Koransn)

Muratara, KoranSN

Sedikitnya 20 rumah warga Beringin Jaya, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara terancam longsor dan terbawa ke aliran Sungai Rupit. Sebab, sudah sepekan hujan terus melanda di Bumi Beselang Serundingan.

Ke-20 rumah masyarakat terancam lonsor tersebut, yakni Nasarudin, Herialhoiri, Nuria, Lis, Hamza, Cik Asia, Sutarman. Kemudian, Tarmizi, Edi Santosa, Nurila, Nurmala Dewi, Pirgo, Zakaria, Iwan, Muksin, Mukti, Sidir, Saleha, dan Ujang Nazori.

Mereka berharap ada kebijakan atau solusi dari pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya bencana.

Kepala Desa (Kades) Beringin Jaya, Irwansyah mengatakan setiap kali hujan turun, kewaspadaan terhadap longsornya tanah dan naiknya air sungai semakin mengkhawatirkan warga.

Baca Juga :   6 Pejabat Polres OKI Diganti

“Jika hujan turun masyarakat was-was dan selalu siaga, karena setiap kali hujan turun pasti rumah yang berada di pinggiran sungai akan longsor. Saat ini, ada sekitar 20 rumah yang terancam,” kata Kades seraya mengaku dalam sepuluh tahun terakhir sedikitnya ada 5 rumah yang sudah tergerus longsor sehingga harus mengungsi.

Ia menjelaskan, tidak hanya rumah warga yang terancam tergerus arus sungai, tapi juga Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga terancam tergerus karena berada di lintasan sungai.

“Jarak aliran sungai dengan TPU kurang lebih lima meter. Kuburan ini merupakan leluhur dan nenek moyang kami, merekalah yang pertama kali membangun desa ini, dan sekarang itu semua terancam hilang,” jelas Irwansyah.

Ia melanjutkan, upaya untuk tetap menjaga aset desa dan juga memberi rasa kenyamanan bagi warga terus dilakukan dengan cara memasukan proposal ke pemerintah setempat, dengan tujuan mendapat bentuan dan mensegerakan pembangunan untuk menanggulangi permasalahan yang mereka hadapi

Baca Juga :   PDIP OKI Mulai Jaring Balon Bupati dan Wabup

“Kami telah memasukan proposal sebanyak dua kali, pihak kecamatan dan BPBD sudah memantau di sini, mereka menyarankan agar memasukan proposal ke Dinas PU dan Dinas Sosial, dan kami juga sudah mengajukan proposal ke Balai Sungai Sumatera Lapan,” ungkapnya.

Sementara Safrudin (49) warga Dusun 3 atau salah satu korban kediamannya terkena longsor mengaku kejadian itu sekitar 10 tahun lalu, sehingga mengalami kerugian dapur rumahnya terkena longsor.

“Kami langsung pindah dan dibantu masyarakat lain. Bahkan sekarang tanah milik kami itu sudah tidak ada lagi karena di bawa arus aliran sungai,” ucapnya.

“Dari kejadian bahkan sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah. Dengan kejadian itu, kami berharap tidak terjadi dengan masyarakat lainnya,” pungkas Safrudin. (snd)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Usai Sholat Idul Adha, Masyarakat Desa Tambangan Mura Gelar Tradisi Sedekah Rame

Musi Rawas, KoranSN Masyarakat Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan …

error: Content is protected !!