2017, Palembang Fokus Penataan Pemukiman Kumuh

Harnojoyo
Harnojoyo

Palembang, KoranSN

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memprioritaskan penataan pemukiman kumuh di tahun 2017 mendatang. Penataan kawasan kumuh tersebut merupakan salah satu upaya dalam mengurangi angka kemiskinan di Kota Palembang.

Walikota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, sektor tersebut merupakan hal utama yang perlu di perhatikan karena tercatat hingga kini masih ada sekitar 59 titik kawasan kumuh.

“Program penataan kawasan kumuh ini nantinya akan sejalan dengan pengurangan angka penduduk miskin, seperti yang kita ketahui bersama penduduk Palembang semakin hari semakin bertambah, dan rata-rata kebanyakan dari mereka masih merupakan warga miskin, oleh karena itu penataan di sektor ini akan kita utamakan di tahun mendatang,” ungkapnya, Minggu (27/3/2016).

Baca Juga :   BKB Dipadati Pengunjung

Dengan di dukung percepatan infrasturuktur, lanjut Harnojoyo, penataan untuk kawasan kumuh tersebut nantinya akan di awali dengan membuka akses jalan agar lebih luas.

“Selain itu, program satu miliar untuk satu kelurahan juga akan dimulai pada 2017 guna mengembangkan ekonomi padat karya warga setempat, ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari Pemkot,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang M. Sapri Ningcik menjelaskan, kategori untuk kawasan yang di sebut sebagai kawasan kumuh menyangkut ketidakberaturan letak rumah warga di satu wilayah, minimnya akses ke jalan besar, serta sanitasi dan air minum yang tidak memadai.

Baca Juga :   Kehormatan Bunga Dirampas di TPU Sukabangun

“Terdata di pihak kami saat ini, kondisi seperti itu terdapat di tiga kecamatan antara lain Kertapati, Seberang Ulu (SU) I, dan SU II, terutama di pinggiran sungai, karena ketiganya termasuk wilayah intern yang didominasi oleh penduduk datangan, tapi, bukan berarti di kecamatan itu kumuh semua, ada titik-titik wilayahnya,” Jelasnya.

Sapri menambahkan, penataan kawasan kumuh menjadi prioritas di tahun mendatang karena tempat tinggal kumuh berpengaruh pada masalah kesehatan, keterampilan, dan pendidikan. Selanjutnya akan berakhir pada tingkat kesejahteraan.

“Kalu kawasan kumuh yang ada di Kota Palembang sudah tidak ada lagi, dengan otomatis juga kesejahteraan warga akan terjamin,” tukasnya. (tya)





Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

14 Hari Seleksi CPNS Dibuka, Kanwil Kemenkumham Sumsel Terima 3.679 Pelamar

Palembang, KoranSN Pengadaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2023 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!