2019 Lahat Menuju Warisan Dunia (Unesco)

Salah satu cagar budaya Megalitik di Lahat. (foto-ist)

PENINGGALAN masa pra sejarah dan sejarah di Kabupaten Lahat sudah tidak diragukan lagi baik dari jumlah maupun kwalitasnya, bukan saja ditingkat provinsi bahkan sampai ketingkat nasional.

Lonely Planet yang berpusat di Inggris pada bukunya menuliskan “The Pasemah carving are considered to be the best example of prehistoric stone sculpture in Indonesia and fall into two distinct styles. The early style dates from almost 3.000 years ago and features fairly crude figures squatting with hands on knee or arms folded over chest. The best examples of this type are at a site called Tinggi Hari, 20 km from Lahat, west of the small river town of Pulau Pinang. Demikian yang ditulis dalam buku berjudul Indonesia yang dipublikasikan tahun 2007 oleh Lonely Planet Publication Pty Ltd, Australia.

Dan Museum Rekor Indonesia pada tahun 2012 telah menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Lahat sebagai Pemilik Situs Megalitik Terbanyak se-Indonesia dan penghargaan kepada Panoramic of Lahat sebagai Kolektor Data Megalitik Terbanyak se Indonesia. Pertama sudah ada pengakuan dari dunia internasional dan kedua pengakuan dari tingkat nasional tentang keberadaan megalitik yang tersebar di Kabupaten Lahat. Selain keberadaan megalitik, Lahat mempunyai ratusan rumah adat dan bangunan heritage peninggalan masa Belanda. Ratusan rumah adat atau Ghumah Baghi tersebar di beberapa kecamatan seperti Pulau Pinang, Pagar Gunung, Mulak Ulu, Mulak Sebingkai, Kota Agung, Tanjung Tebat, Tanjung Sakti Pumi dan Pumu, Pajar Bulan, Suka Merindu, Jarai dan Muara Payang. Rumah adat tersebut dari waktu ke waktu mengalami banyak penurunan jumlah dan kehilangan keasliannya. Banyak rumah adat yang dijual hingga ke pulau Jawa dan banyak pula yang sudah berubah di beberapa bagian rumah adat misal tiangnya yang terbuat dari kayu utuh bulat sudah berubah menjadi tiang beton, sudah ada penambahan pada bagian depan rumah sehingga pahatan dinding dan tiang bagian atas tertutup dan banyak lagi perubahan lainnya.

Baca Juga :   Kementerian PUPR Bangun 398 Sarana Hunian Pariwisata

Begitu juga dengan bangunan heritage yang banyak berada di Kecamatan Kota Lahat sudah banyak yang tidak original lagi, bahkan beberapa rumah telah hancur dan berganti dengan bangunan modern ala sekarang.

Semua peninggalan itu dapat dijadikan Benda Cagar Budaya. Yang disebut Benda Cagar Budaya adalah benda alam dan/atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia. Benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, atau Struktur Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria: a. berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih; b. mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun; c. memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan; dan d. memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Baca Juga :   Bupati Banjarnegara Ajak Warga Gali Potensi Wisata Unggulan
Rumah Adat atau Ghumah Baghi.

Benda, bangunan, atau struktur di Lahat berupa megalitik, rumah adat dan bangunan heritage sudah memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan UU Cagar Budaya No.11 tahun 2010 untuk ditetapkan menajdi Cagar Budaya Kabupaten.

Tahun 2017 sektor pariwisata telah menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia. Kalaupun kesempatan ini dimanfaatkan maka potensi pariwisata yang melimpah ini dapat membantu mewujudkan sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa pertama untuk Indonesia dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lahat.

Beberapa hal untuk mewujudkan sektor pariwisata menjadi penyumbang PAD dan devisa negara. Langkah pertama sesuai dengan amanat UU No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya adalah pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Tim Ahli Cagar Budaya adalah kelompok ahli pelestarian dari berbagai bidang ilmu yang memiliki sertifikat kompetensi untuk memberikan rekomendasi penetapan, pemeringkatan, dan penghapusan Cagar Budaya.

Tim Ahli Cagar Budaya ditetapkan dengan Keputusan Bupati untuk tingkat kabupaten. Tim ini bisa berasal dari sejarahwan, arkeolog, arsitek dan akademisi.

Semoga dalam waktu dekat Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat dapat terbentuk dan segera bekerja melalui surat keputusan Bupati Lahat dalam penetapan benda cagar budaya menjadi Cagar Budaya Kabupaten dan seterusnya dapat menjadi World Heritage atau Warisan Dunia UNESCO. (Mario Andramartik)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Audiensi dengan Kejari Lahat, FORMAT Mendesak Kejari Lahat Periksa Mantan Ketua KPU Lahat

Lahat, KoranSN Forum Anak Lahat (FORMAT), Fauzi Azwar didampingi Hendri sambangi Kantor Kejaksaan Negeri Lahat, …

error: Content is protected !!