24 WNA China Pegawai LRT Terancam Dipidana

Sejumlah pekerja WNA asal Negara China yang merupakan pekerja Light Rail Transit (LRT) saat diamankan Dit Intelkam Polda Sumsel. (foto istimewa,Dit Intelkam Polda Sumsel). (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Imigrasi Klas I A Palembang, Budiono Minggu (30/7/2017) mengatakan, 24 WNA (Warga Negara Asing) asal Negara China yang merupakan pekerja Light Rail Transit (LRT), yang sebelumya telah diamankan Dit Intelkam Polda Sumsel, bisa dikenakan pidana dengan ancaman 8 bulan kurangan.

Menurut Budiono, namun untuk menerapkan sanksi terhadap para WNA tersebut pihaknya masih melakukan peroses pemeriksaan di kantor Imigrasi Klas I A Palembang. Jika dalam pemeriksaan nantinya didapati dua alat bukti pelanggaran pidana, tentunya akan diproses hukum.

“Penyalahgunaan visa liburan untuk bekerja, tentunya itu bisa dikenakan pidana. Adapun ancaman pidananya jika terbukti yakni, dijerat dengan Undang-Undang Imigrasi tentang penyalahgunaan visa yang ancaman pidananya 8 bulan. Tapi untuk saat ini kita masih lakukan pemeriksaan dulu.” katanya.

Baca Juga :   Bacok Tetangga Dua Beranak Dibekuk Polisi

Diungkapkan Budiono, dirinya berterima kasih kepada Polda Sumsel yang telah membantu mengamankan ke 24 WNA tersebut yang bekerja di Palembang diduga menyalahgunakan visa. Sebab dibidang pengawasan, pihaknya memiliki keterbatasan jumlah anggota untuk mengawasi lima kabupaten dan dua kota di Sumsel yang dibawahi Imigrasi Klas I A Palembang.

“Daerah yakni kami awasi diantaranya; OKI, OI, Palembang, Prabumulih. Karena jumlah anggota kami terbatas makanya dibentuk tim pengawasan orang asing yang didalamnya ada instansi terkait termasuk kepoliosian, dari itulah kami ucapkan terimakasih. Sesuai peraturannya, setelah pengamanan memang untuk proses selanjutnya diserahkan ke Imigrasi, yang kemudian kita lakukan pemeriksaan untuk menerapkan sanksinya. Jika hasil pemeriksaan nanti WNA tersebut tak terbukti tentunya kita bebaskan, namun jika terdapat kesalahan maka kami akan memberikan sanksi, mulai dari deportasi sampai saksi pidana. Jadi tergantung tingkat kesalahannya,” paparnya.

Baca Juga :   KPK Panggil Tiga Direktur Perusahaan Eksportir Lobster

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

3 Warga Palembang Meninggal 45 Positif Corona

Palembang, KoranSN Berdasarkan data dari Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, …