26 Warga PALI Positif DBD







Viki yang tampak mendapat perawatan medis. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Viki Mahaputra (13), buah hati dari pasangan Hermanto dan Fitri asal Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara PALI tampak hanya bisa menangis menahan rasa sakit yang dideritanya.

Viki didiagnosa oleh tim medis RSUD PALI mengidap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tampak, di sekujur tubuhnya terdapat bintik-bintik merah efek dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypty itu.

“Diketahui Viki mulai mengalami tidak enak badan sejak hari Minggu (18/11/2018) lalu. Namun, dikarenakan saya sedang berada di Talang Ubi Pendopo menunggu anak saya yang satunya lagi hendak melahirkan, maka saya tidak terpantau kondisi Viki, katanya dirawat di dusun. Baru kemarin saya balik ke dusun, dan melihat kondisi Viki sudah seperti ini. Langsung saja saya melapor ke Pak Kades dan Puskesmas setempat dan langsung merujuk Viki ke RSUD PALI,” terang Fitri, ibu dari Viki saat dijumpai di ruang UGD RSUD PALI, kemarin.

Direktur RSUD Talang Ubi, dr Tri Fitrianti mengutarakan, warga Bumi Serepat Serasan patut waspada ditengah cuaca yang tak menentu saat ini. Pasalnya, sebanyak 26 warga Kabupaten PALI dipastikan positif terjakit penyakit demam berdarah dengue. Jumlah penderita DBD ini merupakan data yang dimilikinya dalam satu bulan ini, dan satu pasien tak bisa terselamatkan lagi, akibat serangan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypty ini.

Baca Juga :   Polres PALI Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

“Sebanyak 26 orang total keseluruhan di November ini yang masuk ke RSUD Talang Ubi positif DBD. Termasuk hari ini sebanyak 7 pasien yang baru masuk dan menjalani perawatan,” ujarnya saat ditemui di RSUD PALI.

Lebih lanjut dikatakannya, dari jumlah 26 pasien itu mayoritas berasal dari Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara.

“Penyebabnya sendiri ialah banyaknya genangan air di sekitar tempat tinggal yang tidak dibersihkan, sehingga menjadi sarang nyamuk,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Paradi mengakui, banyaknya warga Desa Tempirai, Selatan dan Utara yang terserang DBD dan saat ini sedang menjalani pengobatan di rumah sakit.

“Sebagian ada yang meninggal. Dan satu pasien warga kami meninggal beberapa hari lalu. Kami minta fogging massal di desa. Karena untuk fogging rutin sudah dilakukan. Untuk kali ini kami minta secara massal,” pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Lydwirawan mengaku telah mengirimkan tim untuk melakukan fogging ke kawasan Desa Tempirai.

“Kemarin kami sudah menurunkan tim untuk melakukan fogging. Namun karena kondisi kemarin turun hujan, maka tim hanya melakukan abatisasi, atau pemberian bubuk abate sekaligus menaburkannya ke tempat-tempat penampungan air milik warga setempat,” ungkapnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD PALI.

Baca Juga :   Plt Bupati Muara Enim Tinjau Peserta Tes CPNS

Kendati demikian, pihaknya telah kembali menurunkan tim untuk melakukan fogging ke wilayah tersebut.

“Ada tiga tim fogging, yaitu dari Puskesmas Talang Ubi, Puskesmas Penukal dan Puskesmas Tempirai. Namun, kemarin sebanyak 60 kg bubuk abate kita bagikan ke warga. Bubuk abate sendiri berfungsi untuk mematikan jentik-jentik nyamuk yang berkembang di tempat penampungan air,” ungkapnya.

Dijelaskannya pula, dari hasil abatisasi kemarin, diketahui bahwa tempat penampungan air milik warga setempat menjadi tempat berkembangnya nyamuk aedes aegypty, penyebab penyakit Demam Berdarah.

“Setelah kami telusuri, nyamuk berasal dari tempat penampungan air yang tidak higienis sehingga menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” tambahnya.

Ia berpesan kepada warga PALI agar melakukan langkah 3 M, yakni mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk serta menutup tempat penampungan air.

“Selain itu, jika ada warga yang sakit panas dua hari tidak ada perubahan, disarankan langsung dibawa ke RSUD PALI agar mendapat penanganan medis lebih baik. Sehingga, tidak menimbulkan korban jiwa. Karena, DB merupakan salahsatu penyakit yang mematikan di Indonesia,” tutupnya. (ans)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pastikan Layanan Paspor Berjalan Baik, Divisi Keimigrasian Kemenkumham Sumsel Tinjau Kanim Muara Enim

Muara Enim, KoranSN Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muhamad Novyandri dan anggota tim melakukan …

error: Content is protected !!