3 Gereja di Surabaya di Bom, Densus 88 Pantau 6 Buronan Teroris di Sumsel





Kapolda sumsel saat memeriksa pengamanan gereja santo Yosep pasca teror bom bunuh diri di gereja Surabaya. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Terkait bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Minggu (13/5/2018) langsung meninjau sejumlah gereja di Kota Palembang, salah satunya Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph di Jalan Sudirman Palembang.

Usai meninjau gereja, Kapolda mengatakan, dengan adanya teror bom di Surabaya hingga mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia maka Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri saat ini memantau 6 buronan terduga teroris yang berhasil melarikan diri saat penangkapan di Muara Enim dan Prabumulih Provinsi Sumsel, beberapa waktu lalu.

“Densus 88 kan pernah mengamankan 13 warga di Muara Enim dan Prabumulih. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari ke 13 warga yang diamankan hanya 8 warga yang dijadikan tersangka karena merupakan jaringan teroris JAD. Kini 8 terduga teroris tersebut sudah disidangkan di Jakarta, sebab jaringan para tersangka ini berada di Jawa Barat. Nah, saat penangkapan para tersangka ini di Muara Enim, memang ada sekitar 6 terduga teroris yang melarikan diri dan kini menjadi buronan. Ke 6 terduga inilah yang kini masih terus dipantau keberadaanya oleh Densus,” terangnya.

Diungkapkan Kapolda, dalam pengungkapan kasus teroris untuk penyelidikan hanya dilakukan oleh Densus 88, karena hanya Densus yang memiliki teknologi melakukan pengawasan serta pemantauan keberadaan terduga teroris.

“Bahkan kami tidak dinformasikan apakah 6 buronan terduga teroris di Muara Enim tersebut saat ini masih berada di Sumsel ataukan sudah di luar Sumsel. Meskipun demikian, kami tetap antisipasi dan waspada agar ke 6 buronan tersebut jangan sampai menjadi lone wolf atau aksi teroris perorangan yang seorang diri mencari mangsa. Dari itu kami tetap berhati-hati terhadap sel-sel teroris di Sumsel dengan berkoordinasi kepada Densus 88,” ungkap Kapolda.

Baca Juga :   Hotma Dikonfirmasi Soal Pembayaran Saat Bantu Kasus Hukum di Kemensos

Lebih jauh dikatakan Kapolda, sedangkan untuk peninjauan gereja di Palembang yang dilakukannya pasca terjadi bom di tiga gereja di Surabaya, bertujuan untuk pengecekan pengamanan. Sebab sudah menjadi tanggungjawab kepolisian melindungi masyarakat dari ancaman teroris.

“Walaupun demikian, dalam mengantisipasi ancaman teroris di Sumsel tentunya kami membutuhkan bantuan masyarakat, security di gereja-gereja serta para jamaahnya. Selain itu diharapkan setiap gereja dipasang CCTV. Jadi, mari bersama-sama kita lawan teroris dan kita semua harus berani, tidak boleh takut,” tandasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo menambahkan, dengan adanya aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya yakni; Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang berlokasi di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno hingga menimbulkan sejumlah korban jiwa. Serta, aksi kericuan narapidana teroris yang sebelumnya terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba di area Mako Brimob Kelapa Dua Depok, membuat Polda Sumsel dan jajaran telah meningkatkan pengamanan dan penjagaan di wilayah Sumsel.

“Polda Sumsel dan jajaran meningkatkan penjagaan dan pengamanan di wilayah Sumsel, termasuk di Kota Palembang. Namun ini bukan siaga satu, hanya kita tingkatkan pengaman saja. Jadi semua pengamanan ditingkatkan mulai dari pengamanan di gereja-gereja, mal-mal hingga di Mako Polda Sumsel, Polresta dan Polres-Polres. Selain itu, kegiatan patroli juga ditingkatkan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, di Sumsel Densus 88 Antiteror Mabes Polri pernah mengamankan 13 terduga teroris pada Minggu 10 Desember 2017 lalu, yang penangkapannya dilakukan secara meraton sejak dini hari hingga malam hari di lokasi berbeda yakni di Muara Enim dan Prabumulih.

Baca Juga :   Tiga Penyalahguna Narkoba Dibekuk Berkat Informasi Masyarakat

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat itu mengatakan, dari 13 warga yang diamankan 8 diantaranya dijadikan tersangka dan sudah dibawa Tim Densus 88 Antiteror ke Mabes Polri. Bahkan salah satu tersangka bernama Solihin (38), warga Desa Lubai Persada Kecamatan Lubai Muara Enim merupakan ketua dari kelompok terduga teroris tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman, akhirnya penyidik Densus 88 menetapkan 8 tersangka. Sedangkan 4 warga lainnya yang diamankan dipulangkan karena tidak terlibat, selain itu satu orang remaja berinisial ‘JS’ berusia 15 tahun juga dipulangkan. Sebab, ‘JS’ masih dibawah umur hingga belum dimasukkan kategori teroris. Walaupun demikian, ‘JS’ dimasukan program deradikalisasi karena dalam kasus ini ‘JS’ sempat dijadikan calon ‘pengantin’ (orang yang melakukan aksi teror bunuh diri),” ujarnya.

Masih dikatakan Kapolda, kelompok tersangka Solihin tersebut merupakan jaringan yang satu aliran dengan ISIS. Bahkan dalam kasus ini tersangka Solihin sudah menyiapkan lima ‘pengantin’ untuk rencana penyerangan Polres OKU.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP Slamet Widodo mengutarakan, adapun inisial 8 tersangka yang diberangkatkan tim Densus 88 ke Mako Brimob Mabes Polri yakni; ‘SO’, ‘SL’, ‘AK’, ‘SG’, ‘ZK’, ‘BD’, ‘SU’ dan ‘AH’.

“Mereka semua sudah dijadikan tersangka dan telah dibawa Tim Densus 88 untuk dilakukan proses hukum di Mako Brimob Mabes Polri,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pengedar Sabu di Lahat Dibekuk

Lahat, KoranSN Slogan selamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan Narkoba membuat Satres Narkoba Polres Lahat …