3 Pelajar SMA Dibacok di Lebong Siarang, 1 Tewas Bersimbah Darah





Tim Identifikasi Polresta Palembang bersama pihak kepolisian Polsek Sukarami saat melakukan oleh TKP dan mengevakuasi jenazah Deni Setiawan. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Tiga pelajar di salah satu SMA di Kota Palembang, Senin dini hari (9/7/2018) pukul 02.00 WIB menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan saat ketiganya sedang berboncengan mengendarai sepeda motor melintasi Jalan Mayor Zubis Bustam, Lebong Siarang Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang.

Adapun ketiga korban tersebut yakini, Deni Setiawan (16), warga Jalan Ponorogo Lorong Sido Makmur Kelurahan Sukajaya Palembang, Erlangga Dwi Pangestu (13), warga Jalan Seduduk Putih Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT II Palembang dan Saputra (15), warga Jalan Ulul Azmi Ponorogo Kelurahan Sukajaya Palembang.

Dari ketiga pelajar ini, korban Deni Setiawan tewas di lokasi kejadian dengan penuh luka bacokan di bagian kepalanya. Sementara korban Erlangga dan Saputra dirawat di RSMH Palembang karena menderita luka bacokan di bagian kepala, leher, tangan dan kakinya. Sedangkan sepeda motor jenis matic yang dikendarai korban hilang dibawa kabur para pelaku.

Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Rivanda mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat korban Deni, Erlangga dan Saputra yang mengendarai sepeda motor berbonceng tiga dihadang para pelaku di lokasi kejadian. Kemudian pelaku langsung membacok para korban dengan senjata tajam, setelah korban tidak berdaya barulah pelaku membawa kabur sepeda motor korban.

“Usai kejadian korban Erlangga dan Saputra meminta pertolongan pengendara yang melintasi lokasi, sehingga keduanya langsung dilarikan ke RSMH Palembang dan keduanya selamat. Sedangkan untuk korban Deni Setiawan ditemukan tewas pagi harinya di lokasi kejadian dengan luka bacokan di kepalanya. Sementara sepeda motor korban hilang dibawa kabur pelaku,” katanya.

Baca Juga :   Dewas KPK Pelajari Laporan ICW Atas Dugaan Pelanggaran Etik Firli

Menurut Kapolsek, dengan hilangnya kendaraan korban belum diketahui apakah para pelaku merupakan kawanan begal motor. Dari itulah hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelakunya.

“Walaupun pelakunya merampas motor korban, namun kita belum bisa pastikan apakah pelakunya begal motor. Sebab, dari hasil penyelidikan sementara diduga kejadian tersebut ada unsur dendam antara korban dan pelaku. Bahkan dari hasil pemeriksaan saksi, diduga sebelum kejadian korban sempat ribut dengan sekelompok pemuda. Dari itulah kemunginan saat melihat korban tak berdaya, muncul niat pelaku merampas motor milik korban,” ungkapnya.

Dilanjutkan Kapolsek, untuk jumlah pelaku diduga lebih dari satu orang. Sebab dari keterangan saksi saat kejadian pelaku mengendarai sekitar enam unit sepeda motor.

“Jadi, kasus ini masih kami selidiki untuk menangkap para pelakunya. Nanti kalau pelakunya sudah tertangkap barulah diketahui pasti apa sebenarnya motif pembancokan ketiga korban. Sedangkan untuk jenazah korban Deni Setiawan, telah dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum,” tandas Kapolsek.

Terpisah, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Sakti yang memeriksa jenazah korban Deni Setiawan mengatakan, berdasarkan hasil visum yang telah dilakukan oleh pihaknya diketahui jika di kepala korban terdapat empat luka bacokan senjata tajam.

Baca Juga :   Otak Perampokan dan Perampasan Senpi Brimob di Lubuklinggau Tewas Didor

“Kemudian di kaki dan tangan korban terdapat luka lecet. Jadi, yang mengakibatkan korban meninggal dunia yakni empat luka bacokan di kepala korban,” ujarnya.

Sedangkan Zaini (47), ayah kandung korban Deni Setiawan mengungkapkan, dirinya sudah membuat laporan kepolisian ke Polsek Sukarami atas kejadian yang menewaskan putranya tersebut.

“Saya minta agar polisi mencari dan segera menangkap pelakunya. Kemudian jatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku yang telah membunuh anak saya,” ungkapnya.

Lanjut Zaini, dirinya dan keluarga mendapat kabar duka jika anaknya ditemukan meninggal dunia pagi hari. Lalu, untuk memastikan kabar duka tersebut ia dan keluarga langsung mengecek jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Setelah dicek ternyata benar jenazah itu anak saya. Memang malam sebelum kejadian pamannya sempat melihat anak saya mengendarai sepeda motor berboncengan, saat itu anak saya menyampaikan mau keluar sebentar. Kemudian pagi harinya kami dapat kabar duka ini, kami tidak tahu apakah pelakunya begal motor, namun sepengetahuan saya anak saya pendiam dan tidak ada musuh,” ungkapnya.

Subur (33), paman korban Deni Setiawan menambahkan, jika belum lama ini keponakannya tersebut memang sempat ribut dengan kelompok pemuda tak jauh dari kediaman korban.

“Namun saya tidak kenal siapa pemuda yang ribut dengan keponakan saya itu, dan belum diketahui apakah ada kaitannya dengan kejadian ini,” tutupnya. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Puluhan Kios dan Ratusan Los Pasar Karang Kobar Banjarnegara Terbakar

Banjarnegara, KoranSN Bencana kebakaran terjadi di salah satu pasar terbesar di wilayah Kecamatan Karang Kobar,m …

error: Content is protected !!