3 Tahun Keliling Indonesia Bersepeda, Andik Sambangi Muratara

FOTO BERSAMA – Kepala KPHP unit V Rawas, Amsyahrudin foto bersama duta lingkungan hidup, Raden Andik Wijaya Prawira dan seluruh anggota KPHP Muratara, didepan kantor KPHP Kabupaten Muratara. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Koordinator Wilayah (Korwil) KPHP unit V Rawas, Amsyahrudin mengungkapkan dengan adanya kunjungan dari Duta Lingkungan Hidup Republik Indonesia (RI) Raden Andik Wiyaya Prawira ke Kabupaten Muratara, yang sudah tiga tahun keliling Indonesia bersepeda, diharapkan menjadi sumber inspirasi khususnya bagi anggotanya.

“Dengan adanya kunjungan ini, paling tidak menjadi inspirasi kawan-kawan yang tergabung dalam  KPHP unit V Rawas ini,” ungkapnya ditemui usai kunjungan Duta Lingkungan RI Raden Andik, Selasa (11/4/2017).

Ia menjelaskan, yang dilakukan Raden Andik merupakan misi pelestarian lingkungan. Sehingga bisa dijadikan sumber inspirasi dalam pelestarian lingkungan. Selain itu juga yang dilakukan untuk silaturrahmi sesama rimbawan.

“Sedangkan untuk hutan produksi di wilayah Kabupaten Muratara ini relatif aman dibandingkan Kabupaten lain. Tingkat degradasi wisatanya juga masih lebih aman dibandingkan tempat lain,” ujarnya.

Diketahui, sudah tiga tahun, Raden Andik Wiyaya keliling Indonesia mengunakan sepeda. Ia pun menyambangi Kabupaten Muratara. Duta lingkungan hidup ini berniat memecahkan rekor Muri, dengan mengelilingi seluruh wilayah Kabupaten di Indonesia, sekaligus mempromosikan pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Setelah melakukan perjalanan di Muratara, dia berencana melanjutkan perjalanan ke Sarolangun Jambi-Bangko-Muara Bungo, Sungai Penuh-Muara Bulian-Tungkal, Palembang dan Pulau Bangka Belitung (Babel).

“Saya sudah berkeliling ke 31 provinsi dan 330 kabupaten/kota, misi saya untuk mempromosikan lingkungan hidup dan menjaga keberadaan hutan di seluruh Indonesia,” ucapnya, saat menyambangi kantor Bupati Muratara, kemarin.

Baca Juga :   JMSI Sumsel Siap Jadi Mitra Pembangunan di Bumi Sriwijaya

Menurut Andik, sudah banyak pengalaman dan suka duka dalam mengelilingi wilayah Kabupaten di seluruh Indonesia. Seperti, dia harus melakukan perjalanan sejak pukul 05.00 WIB-pukul 19.00 WIB, lalu menginap di sembarang tempat atau di perkantoran milik dinas kehutanan di masing-masing daerah.

Selama perjalanan, ia mengaku sudah mengganti tujuh kali ban sepeda, delapan kali kampas, dua rantai dan lima kali kelahar sepeda. Dengan usia yang senja karena memasuki 74 tahun, Andik berharap misi yang dia sampaikan ke seluruh wilayah Indonesia, bisa di terima oleh seluruh masyarakat.

“Banyak masyarakat luar negeri sana, mereka bangga jika berfoto dengan pohon raksasa. Sedangkan, di wilayah kita masih banyak pohon, seharusnya itu mesti dilestarikan sehingga bisa di wariskan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Usai melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni dia mengatakan ada pengalaman menarik di Muratara. Menurutnya di wilayah Muratara keberadaan hutan masih sangat menonjol karena di kelilingi oleh hutan TNKS yang masih terjaga. Dia juga mendapat pesan, selain mengkapanyekan mengenai pelestarian hutan, Wakil Bupati Muratara menitip pesan agar sekaligus mengkapanyekan pelestarian aliran sungai.

“Pelestarian alam seperti hutan dan aliran sungai itu sangat penting, karena di sana terdapat ketergantungan hidup dan hajat orang banyak,” ucap Andik.

Sementara itu, Wakil Bupati Devi Suhartoni mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas kunjungan duta lingkungan hidup ke wilayah Muratara. Menurutnya, masalah lingkungan hidup sangatlah penting sebagai penyeimbang keberlangsungan makhluk hidup.

Baca Juga :   Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

“Saya juga berpesan ke duta tadi, agar menyampaikan kepada Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi agar mengkampanyekan pelestarian aliran sungai,” ucapnya.

Menurutnya, peranan aliran sungai tidak kalah penting dengan pelestarian hutan, karena disana terdapat ketergantungan dan hajat orang banyak.

“Saya ingin menasionalkan gerakan pelestarian sungai, karena hampir di seluruh wilayah Indonesia selalu ada aliran sungai. Jadi, sungai jangan sampai diracun, atau disetrum, karena itu merusak biota yang berada di dalamnya,” kata Devi.

Pihaknya berharap, pemerintah pusat untuk merespon gerakan pelestarian aliran sungai yang sudah dilaksanakan oleh Kabupaten Muratara. Sehingga gerakan itu bisa diterapkan secara nasional, bahkan di seluruh wilayah Indonesia, harus bersih dari aktivitas peracunan dan penyetruman sungai.

“Kita ingin Gerakan yang sudah kita lakukan menjadi gagasan di seluruh kabupaten dan kota lain di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BPOM Palembang Sampaikan Tiga Program ke Bupati OKUT

Martapura, KoranSN Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan jajaran, melakukan audiensi ke …