300 Calon Jamaah Umroh & Haji Diperiksa Polda Sumsel





AKBP Suwandi Prihantoro. (Foto-Dedy/Dok/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, Senin (25/6/2018) mengatakan, hingga saat ini sudah 300 calon jamaah umroh dan haji yang diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus penipuan PT Hasanah Barokah Sriwijaya.

Menurutnya, pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Faorita alias Rita selaku Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya yang merupakan tersangka dalam dugaan kasus penipuan keberangkatan 1000 calon jamaah umroh dan haji tahun 2018 dan 2019.

“Pemeriksaan saksi terus kami lakukan. Sebab, keterangan saksi dari korban sangat penting dalam mengungkap dugaan kasus ini. Untuk jumlah saksi dari awal penyelidikan hingga saat ini yang telah kami periksa berjumlah 300 orang, dan semua saksi ini merupakan para korban,” katanya.

Diungkapkan Suwandi, dalam pemeriksaan yang dilakukan setiap saksi diperiksa penyidik satu persatu guna digali keterangannya serta untuk dimintai bukti tambahan seperti kwitansi uang pembayaran keberangkatan umroh atau haji yang telah disetorkan para korban kepada tersangka Rita.

“Jadi, kwitansi pembayaran korban kepada tersangka merupakan alat bukti. Untuk itulah, kita minta kwitansi tersebut kepada korban,” ujarnya.

Menurutnya, dari 1000 orang yang menjadi korban tersangka, sejauh ini baru sekitar 600 korban yang sudah melapor ke Polda Sumsel. Sementara untuk sisanya belum membuat laporan.

“Dari itulah kami menghimbau agar korban yang belum melapor segera melapor. Tujuannya, agar penyidik tahu pasti jumlah total para korbannya,” ungkapnya.

Lanjut Suwandi, dalam dugaan kasus ini tersangka Rita dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Oleh karena itu pihaknya telah menyita kantor yang juga dijadikan rumah oleh tersangka serta 10 kios milik tersangka Rita.

Baca Juga :   Meresahkan, Empat Motor Balap Liar Diamankan

“Sejauh ini baru aset tersebut yang kami ketahui milik tersangka Rita dan telah kami lakukan penyitaan. Bahkan di lokasi juga telah kami pasang garis polisi dan segel,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (20/6/2018) menangkap Faorita alias Rita selaku Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya di rumah kontrakan di Kelurahan Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat (Jabar).

Kemudian Jumat (22/6/2018), penyidik menggeledah lalu menyegel dengan memasang garis polisi Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya dan 10 kios milik tersangka yang berlokasi di Jalan HBR Motik KM 8 Komplek Green Tara Palembang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, dalam dugaan kasus ini ada 1000 calon jamaah umroh dan haji di Sumsel yang menjadi korban penipuan tersangka Rita.

“1000 calon jamaah ini sudah menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji tahun 2018-2019 kepada tersangka dengan jumlah kerugian para korban mencapai Rp 20 miliar. Dari para korban tersebut, untuk keberangkat calon jamaah yang umroh saja dijanjikan oleh tersangka berangkat bulan April 2018, akan tetapi para korban tak kunjung diberangkatkan hingga korban membuat laporan ke Polda Sumsel. Seusai dilaporan, ternyata tersangka malahan menghilang hingga akhirnya tersangka ditangkap di Jabar,” ungkapnya.

Masih dikatakan Budi, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui jika tersangka Rita saat ini tidak lagi memiliki uang untuk memberangkatkan 1000 calon jamaah umroh dan haji ke tanah suci.

Baca Juga :   Angga Nekat Curi HP Untuk Beli Sabu

“Sebab, semua uang para korban digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi seperti membeli kios dan mobil. Dalam dugaan kasus ini adapun modus tersangka yakni; menjanjikan korbannya berangkat umroh dan haji dengan biaya murah yakni, kisaran Rp 12 juta hingga Rp 18 juta perorang. Padahal, biaya normal untuk berangkat umroh saja yang dikeluarkan oleh pemerintah perorangnya mencapai Rp 22 juta. Jadi, harga murah yang dijanjikan tersangka hanyalah modus saja,” jelasnya.

Lanjut Budi, dalam dugaan kasus ini tersangka dijerat dengan pidana penipuan dan TPPU yang ancaman pidananya kurungan penjara 20 tahun.

Sedangkan tersangka Faorita alias Rita mengatakan, PT Hasanah Barokah Sriwijaya miliknya didirikan pada tahun 2012. Semenjak awal berdiri perusahaan tersebut hingga dugaan kasus ini terjadi, sudah 2000 calon jamaah mendaftarkan dan menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji.

“Dari 2000 jamaah tersebut, 1000 orang sudah diberangkatkan dan sekarang tinggal 1000 calon jamaah lagi yang belum diberangkatkan. Ini diarenakan adanya kesalahan dari management perusahaan yang saya pimpin sehingga saat ini saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi,” ungkapnya.

Masih dikatakan tersangka, ia melarikan diri ke Jabar dari Palembang karena binggung tidak dapat memberangkatan para calon jamaah yang dijanjikannya berangkat pada tahun 2018 dan tahun 2019.

“Bahkan sebelum berangkat ke Jabar, mobil dan aset saya sudah ada yang diambil beberapa calon jamaah yang meminta uang mereka dikembalikan. Saya ke Jabar karena di sana ada anak kecil saya yang masih sekolah, makanya sebelum ditangkap polisi saya pindah ke Jabar,” ujar tersangka Rita. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Puluhan Kios dan Ratusan Los Pasar Karang Kobar Banjarnegara Terbakar

Banjarnegara, KoranSN Bencana kebakaran terjadi di salah satu pasar terbesar di wilayah Kecamatan Karang Kobar,m …

error: Content is protected !!