4 Kali Sidang Dana Hibah Ditunda, Hakim: Semuanya Jadi Repot

Terdakwa Laonma PL Tobing dan Ikwanudin saat dihadirkan dalam persidangan dugaan korupsi dana hibah Sumsel tahun 2013 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang, Senin (24/7/2017). (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang KoranSN

Untuk keempat kalinya sidang lanjutan dugaan korupsi dana hibah Sumsel tahun 2013 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang dengan agenda tuntutan untuk terdakwa Laonma PL Tobing (Mantan Kepala BPKAD Sumsel) dan Ikwanudin (Mantan Kepala Badan Kesbangpol Sumsel), Senin (24/7/2017) ditunda.

Ditundanya sidang terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Rosmaya SH MH menyampaikan kepada Ketua Majelis Hakim, Saiman SH MH didampingi hakim anggota Abu Hanifiah SH MH dan Arizona SH MH usai membuka sidang.

“Kami memohon waktunya satu minggu lagi untuk membacakan tuntutan kedua terdakwa di dalam persidangan,” kata JPU Rosmaya.

Baca Juga :   Warga Lubuk Tanjung Lubuklinggau Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan

Mendengar pernyataan tersebut membuat Ketua Majelis Hakim tampak melakukan musyawarah bersama dua hakim anggota. Hingga akhirnya, Majelis Hakim memberikan waktu hingga Selasa 1 Agustus 2017 mendatang.

“Ini sudah yang ke empat kalinya. Dengan ada penundaan yang tidak pasti ini tentunya membuat semuanya jadi repot. Bahkan jadwal kami berubah, selain itu salah satu rekan kami yang akan melaksanakan ibadah terpaksa terganjal,” tegas Ketua Majelis Hakim, Saiman.

Dilanjutkan Hakim, dengan adanya penundaan sidang maka untuk sidang kedepannya ia meminta agar pihak JPU dapat siap dengan tuntutannya.

“Saya ingatkan ini untuk sekian kalinya, kami harap dalam sidang berikutnya jaksa sudah siap dengan tuntutannya,” ungkap Ketua Majelis Hakim sembari menutup sidang dengan mengetukan palunya.

Baca Juga :   KPK Eksekusi Mantan Kepala BPJN XII Balikpapan ke Lapas Samarinda

Pantauan di lapangan, dalam persidangan tersebut hanya Rosmaya SH MH seorang diri selaku JPU. Sedangkan untuk JPU dari Kejagung RI tak tampak dalam sidang. Bukan hanya itu, persidangan yang biasanya diagendakan sekitar pukul 10.00 WIB namun dalam persidangan tersebut dibuka sekitar pukul 16.35 WIB.

Diberitakan sebelumnya, pada persidangan Kamis 6 Juli 2017, Kamis 13 Juli 2017 dan Rabu 19 Juli 2017 juga dilakukan penundaan. Hal tersebut dilakukan oleh Majelis Hakim setelah pihak JPU meminta sidang ditunda dengan alasan belum siapnya berkas tuntutan untuk kedua terdakwa. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Dugaan Suap Pengadaan Bansos

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/1/2021), memanggil tiga orang saksi dalam penyidikan kasus …