40 Hari Kedepan, Blangko E-KTP Kosong

Karo Pemerintahan Setda Sumsel, Edward Chandra saat mengikuti video conference dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri RI.
Karo Pemerintahan Setda Sumsel, Edward Chandra saat mengikuti video conference dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri RI.

Palembang, KoranSN

Selama 40 hari kedepan, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Zudan Arif Fakrullah mengatakan bahwa blangko Elektronik KTP (E-KTP) bakal kosong. Hal ini dikarenakan, kondisi keberadaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sell bloking. Demikian diungkapkannya saat video conference seluruh provinsi di Indonesia, Kamis (29/9/2016).

Dijelaskannya, untuk mengatasi hal tersebut, dirinya meminta agar para pemohon mendapatkan kepastian hukum. Karena itu, pihaknya akan terbitkan Surat Edaran (SE) serta Disdukcapil seluruh Indonesia memasang spanduk untuk semntara sampai tersedia blangko dan memperoleh surat keterangan perekaman.

“Formatnya akan dikirim ke Disdukcapil seluruh Indonesia sehingga keterangannya sama,” jelasnya.

Diterangkannya, sejauh ini secara nasional untuk cakupran akte kelahiran sudah mencapai 67,5 persen, sedangkan perekaman E-KTP sudah mencapai 92 persen dari wajib perekaman 166 juta jiwa sampai dengan 24 September kemarin. “Ini kenaikan yang luar biasa, dari total 182,5 juta jiwa,” terangnya.

Baca Juga :   Kasus Kematian Ibu Melahirkan di Palembang Masih Tinggi

Menurutnya, sejauh ini ada beberapa daerah yang belum dapat melayani dengan cepat sesuai semboyan, SEMEDi (Sehari Mesti Jadi dalam pelayanan pencetakan E-KTP. Dirinya berharap bisa memperbaiki dilayanan yg lain. “Nah ini dapat dilaporkan, misalnya di Riau, di Sumsel bisa dibuar berapa menit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Setda Sumsel, Edward Chandra mengatakan, sejauh ini di Sumsel  untuk akte kelahiran dari 17 kabupaten/kota sebesar 66,23 persen dari anak 0-18 tahun berjumlah sekitar 1 juta lebih sampai dengan bulan September. Sedangkan untuk data perekaman E-KTP persentasinya mencapai 81,33 persen dari wajib KTP sebanyak 5.544.379 jiwa yang sudah mereka 4.844.622 jiwa.

Disinggung soal belum mencapainya target nasional, bahkan Sumsel diminta bekerja lebih giat lagi, untuk mencapai target nasional 92 persen untuk perekaman dan kurang 11 persen untuk akte kelahiran. Edward mengakui hal tersebut.

“Kami trus berupaya untuk melakuan pelayanan agar mencapai target nasional dengan melakukan jemput bola seperti untuk percepatan layanan. Untuk salam 15 menit ini akan disampaikan kepala dinas walaupun semua layanan,” terangnya.

Baca Juga :   Doa Bersama, Indonesia Lebih Kasih Sayang 17.17.17

Menurutnya, salam 15 harus jadi tersebut dapat saja dilakukan. Namun, apabila blangko tidak ada artinya akan dapat keterangan. Untuk akte kematian dan kelahiran dengan administrasi dan persyaratan lengkap bisa menjalankan berkisar menit.

“Untuk nomenklatur sendiri semuanya sudah dalam bentuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan tipe A kecuali kota Pagaralam mengingat jumlah penduduk yang sedikit. Selain itu, kami juga mengusulkan utk Disdukcapil Sumsel dalam nomenklatur baru ini,” tandasnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : awik obsesi

Avatar

Lihat Juga

JMSI NTB Dilantik, Pemprov Beri Apresiasi

Lombok Utara, KoranSN Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus Daerah Jaringan Media Siber …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.