44 Persen Warga Pagaralam Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Ilustrasi. (foto-net)

Pagaralam, koranSN

Partisipasi aktif dalam bidang kesehatan, mendorong kesadaran masyarakat meningkat hingga Februari 2017 sudah 44 persen warga terdaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dari sekitar 138.272 jiwa penduduk Kota Pagaralam.

Berdasarakan data dari Disdukcapil 2016, Kota Pagaralam tercatat sebanyak 47 039 jiwa telah menjadi anggota Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Kàntor Layanan Operasional BPJS Kota Pagaralam, Susiana, Rabu (1/3/2017).

“Sudah sekitar 44 persen penduduk Kota Pagaralam dipastikan telah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan, yang terdiri dari peserta PNS (12.589), TNI/POLRI (1.096), Pegawai non-PNS (225), PBI atau Penerima Bantuan Iuran (33.033), mandiri (9.761), Pensiunan TNI/POLRI (259), Veteran dan Perintis Kemerdekaan (186),” ungkap dia.

Untuk itu, kata dia, upaya mendorong terciptanya pelayanan kesehatan optimal terus dilakukan melalui berbagai upaya, sosialisasi adalah salahsatunya,tentunya dengan diimbangi oleh layanan prima Rumah Sakit.

Baca Juga :   Cuaca Buruk, Trans Nusa Gagal Mendarat di Bandara Atung Bungsu

Namun demikian ditambahkan Susi, masih ada saja segelintir masyarakat yang memanfaatkan BPJS hanya untuk kentingan sesaat saja, seperti mendaftar BPJS untuk persiapan kelahiran atau berobat penyakit tertentu, setelah selesai mereka tidak membayar iuran bulanan lagi.

Padahal, ini akan memberatkan mereka pada saat mereka akan menggunakan BPJS berikutnya, iuran mereka akan menumpuk.  Bagi pesrta BPJS Kesehatan memiliki kewajiban untuk membayar iuran sesuai dengan kelas masing-masing dan iuran sudah harus dibayarkan sebelum tanggal 10 setiap bulannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan  Lili Ernani, SE, S.St, M.Kes menyampaikan, Pemerintah Kota Pagaralam  terus berupaya mendukung program jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu melalui dana APBD TA 2017.

Baca Juga :   Puluhan Tahun, Sengketa Lahan Sukapulih vs Sriguna Belum Selesai

“Hingga akhir bulan Pebruari ini sudah hampir 80 persen dari total 2598 KIS sudah kita bagikan kemasyarakat yang berhak menerimanya dengan target Bulan Maret 2017 semua sudah terbagi,”  ungkap Lili.

Kartu Indonesia Sehat (KIS) terintegrasi langsung dengan layanan BPJS Kesehatan dan masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). (asn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Gedung Dewan Steril dengan Disinfektan Sebelum Puncak Peringatan Hari Jadi OKU Timur

OKUT, KoranSN Hari Jadi OKU Timur ke-17 tahun diadakan sangat sederhana, bahkan acaranya dipusatkan di …