5 ‘Pengantin’ Disiapkan Menyerang Polres OKU, Rebut Senjata Api Untuk Bebaskan Teroris

Tampak garis polisi terpasang di kediaman ‘AK’ alias Yazid di Ogan Ilir. (Foto-dok/foto-Herman/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (14/12/2017) mengungkapkan, saat ini penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri telah menetapkan 9 tersangka dari 12 terduga teroris yang ditangkap di Sumsel. Bahkan dari para tersangka tersebut, lima diantaranya merupakan ‘pengantin’ (orang yang digunakan teroris sebagai pelaku teror atau bom bunuh diri) untuk rencana aksi penyerangan Polres OKU.

Diungkapkan Kapolda, kelompok yang diketuai oleh tersangka Solihin ini merupakan jaringan kelompok Jamaah Anshorut Khilafah (JAK) yang jaringannya satu aliran dengan ISIS.

“Mereka ini awalnya Jamaah Ansharud Tauhid (JAT), namun telah pindah ke jaringan Jamaah Anshorut Khilafah (JAK) yang sealiran dengan ISIS. Selain itu, para teduga teroris ini juga satu kelompok dengan jaringan teroris di Riau, Sumatara Utara, Padang dan Jambi. Bahkan dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para tersangka diketahui, jika ada 5 ‘pengantin’ yang disiapkan tersangka Solihin untuk rencana aksi penyerangan di Polres OKU, salah satunya yakni, ‘JS’ remaja 15 tahun,” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolda, para ‘pengantin’ tersebut telah dilatih dan memiliki strategi penyerangan yang membahayakan. Dimana awalnya salah satu ‘pengantin’ akan menyerang Polres, apabila ‘pengantin’ itu tewas maka ‘pengantin’ yang lainnya melakukan menyerang yang kedua menggunakan panah yang diujung anak panahnya dipasang bahan peledak.

“Namun dalam penyerangan yang kedua ini, para ‘pengantin’ menunggu polisi berkumpul untuk mengevakuasi ‘pengantin’ yang sebelumnya tewas tadi. Disaat semua polisi kumpul, ketika itulah para ‘pengantin’ kembali melakukan serangan. Jadi strategi penyerangannya dilakukan bertahap-tahap,” jelas Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, apabila rencana penyerangan Polres OKU tersebut berhasil dilakukan, selanjutnya para terduga teroris akan masuk ke dalam Polres untuk mengambil senjata api milik Polri.

Baca Juga :   KPK Sita Puluhan Tas Mewah dari Rumah Rafael Alun

“Dari hasil pemeriksaan kepada para tersangka juga diketahui, jika mereka berniat merampas senjata api di Polres OKU untuk menyerang Mako Brimob di Jakarta. Adapun tujuannya yakni hendak membebaskan para teroris yang kini ditahan di Jakarta,” kata Kapolda.

Bukan hanya itu, lanjut Kapolda, jika rencana penyerangan Polres OKU berhasil dilakukan dan para terduga teroris berhasil merampas senjata api milik Polri. Maka tersangka Solihin akan kembali merekrut 10 ‘pengantin’ untuk rencana aksi penyerangan di Mako Brimob di Jakarta.

“Jadi target mereka ini Polres OKU dan Mako Brimob di Jakarta, dan para terduga teroris ini telah melakukan latihan strategi penyerangan. Dari itulah hingga kini penyidik Densus 88 Anti Teror masih melakukan pengembangan di Sumsel guna menangkap terduga teroris lainnya yang saat ini masih belum tertangkap,” pungkasnya. (ded)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Metro Jaya Jadwalkan Kembali Pemanggilan Terhadap Firli Bahuri

Jakarta, KoranSN Polda Metro Jaya menjadwalkan kembali pemanggilan terhadap mantan Ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi …

error: Content is protected !!