6 Bandar Narkoba Surabaya Jebol Tahanan Mapolda Sumsel





Tampak tembok tahanan yang dijebol. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Tembok tahanan di gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Selasa dini hari (17/7/2018) pukul 03.00 WIB dijebol oleh enam tersangka bandar narkoba asal Surabaya yang sebelumnya ditangkap petugas kepolisian. Beruntung kejadian tersebut diketahui petugas piket hingga keenam tersangka gagal melarikan diri.

Adapun keenam tersangka tersebut yakni; M Nazwar alias Letto (30), Wahyudi alias Andi (26), Faiz Rahmana (21), Wahono (46), Ahmad Darsono (31) dan Hasanuddin (32).

Keenamnya menjebol tembok tahanan menggunakan mata bor dan bekas keran air yang ditemukan tersangka di kamar mandi gedung lantai satu Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, yang baru saja selesai direnovasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman mengatakan, keenam tersangka yang diketuai oleh Letto ini merupakan bandar narkoba asal Surabaya dengan barang bukti 9 Kg sabu yang belum lama ini ditangkap pihaknya di Surabaya.

“Tersangka Leto Cs ini tadinya kami tempatkan di sel Tahti (tahanan dan barang bukti), namun dikarenakan kami melakukan penyelidikan terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) makanya keenam tersangka tahananya kami pindahkan ke sel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel,” katanya.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menyita 7 Moge sport beberapa waktu lalu. (Foto-Ferdinand/Dok/KoranSN)

Masih dikatakan Farman, sebelum aksi tersangka menjebol tembok tahanan diketahui oleh anggota, memang awalnya petugas piket sudah curiga mendengar suara berisik dari dalam sel yang ditempati keenam tersangka.

“Kemudian pada dini harinya ada suara benturan yang kuat hingga terdengar oleh petugas piket. Ketika itulah petugas mengecek ke belakang tembok tahanan, dan ternyata tembok tersebut sudah jebol dengan ukuran kecil, bahkan kaki satu tersangka yakni tersangka Andi sudah berada di luar. Jadi, mereka baru saja menjebol tembok itu, diameternya kecil baru muat kaki saja,” ungkapnya.

Baca Juga :   BNN Babel Jerat Bandar Narkoba Tindak Pidana Pencucian Uang

Diungkapkan Farman, dari hasil pemeriksaan terhadap keenam tersangka diketahui jika para tersangka menjebol tembok tahanan menggunakan mata bor yang ditemukan di kamar mandi yang baru saja direnovasi.

“Di lantai satu gedung ini atau di dekat sel tahanan, kamar mandinya baru saja kelar direnovasi. Saat tersangka izin ke kamar mandi, saat itulah tersangka menemukan mata bor milik tukang bangunan yang tertinggal, lalu tersangka mengambilnya. Sementara untuk alat yang dijadikan memukul mata bor ke tembok yakni, bekas keran air yang juga didapatkan tersangka di kamar mandi. Usai memukulkan mata bor ke tembok lalu tersangka menjebolnya dengan menendang tembok hingga menimbulkan suara benturan keras dan terdengar oleh petugas piket,” ungkapnya.

Lanjut Farman, dengan adanya kejadian tersebut maka saat ini keenam tersangka telah dikembalikan ke sel tahanan Tahti Polda Sumsel.

“Keenamnya sudah kami pindahkan dari sel tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel ke tahanan Tahti. Jadi, petugas piket kami yang sigap berhasil menggalkan aksi keenam tersangka untuk kabur dengan menjebol tembok tahanan,” tandas Farman.

Diberitakan sebelumnya, keenam tersangka tersebut ditangkap hasil dari pengembangan yang dilakukan petugas kepolisian dari temuan paket narkoba jenis sabu dan ekstasi di Bandara SMB II Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sebelumnya mengatakakan, para tersangka ditangkap hasil pengembangan penemuan paket berisi sabu seberat 3 Kg lebih dan 4.950 butir ekstasi oleh petugas AVSEC Bandara SMB II pada Kamis 22 April 2018 lalu. Hingga dilakukan pengembangan hingga tertangkap para tersangka dengan barang bukti 6 Kg sabu.

Baca Juga :   Oknum Guru Cabul Diamankan Polres PALI

Bahkan dari pengembangan kasus para tersangka ini pada Sabtu malam 28 April 2018 anggota kepolisian melakukan penyergapan terhadap tersangka lainnya di kawasan bandara. Dari penyergapan ini, tersangka Michael Ramon Rimbing (30), Jhonly Alvin Wowor (27) dan Erwin Oroh (26) ditembak mati.

Kemudian satu tersangka lainnya yakni Nurhadiansyah (27), warga Jalan Chairin Anwar Kelurahan Wua Wua Kecamatan Matawai Sulawesi Tenggara ditangkap dalam kondisi hidup.

Lanjut Kapolda, dari penangkapan tersangka Letto Cs pihaknya kemudian berkoordinasi dengan PPATK di Jakarta hingga kelima tersangka dikenakan pidana money laundry atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Bahkan dari para tersangka ini polisi juga menyita 8 unit mobil dam 7 sepeda motor.

Adapun 8 mobil yang disita tersebut yakni; mobil Mitsubishi Outlander Sport warna Putih dengan nopol L 1968 IJ, Sedan Honda City warna Silver BG 818 WL, Honda Jazz warna Hitam B 1956 NKF, Sedan Toyota Vios warna Silver B 8211 IL, Suzuki APV warna Hitam nopol D 1617, Toyota Avanza warna Silver B 1728 BX, Toyota Yaris warna Putih nopol L 1934 PD, serta Truk Mitsubishi Fuso 4x2L warna Orange B 9986 SDA.

Sedangkan untuk 7 Moge jenis sport yang turut disita dari para tersangka yakni; sepeda motor Kawazaki Ninja yang masing-masing memiliki Nopol L 4881 QX, W 5298 EU, L 2606 VB, W 2014 RF, B 4401 FP dan L 3399 HA, sedangkan satu Moge lagi tanpa memiliki Nopol.

“Mobil dan sepeda motor yang disita ini milik tersangka Letto dan empat rekannya. Kami melakukan penyitaan karena kendaraan tersebut dibeli dari hasil penjualan narkoba,” ungkap Kapolda. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Vendor: Kementan Berutang Rp 1,6 Miliar Usai Penuhi Permintaan SYL

Jakarta, KoranSN Salah satu vendor di Kementerian Pertanian (Kementan), PT Haka Cipta Loka dan Haka …

error: Content is protected !!