Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

6 Kawasan Rawan Kebakaran

Palembang, KoranSN – Berdasarkan peta rawan bencana yang telah dibuat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sekitar 6 kawasan di Kota Palembang rawan kebakaran. Karena itu, untuk melakukan persiapan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) tengah menyiapkan pos siaga kebakaran di kawasan tersebut.

“6 Kawasan itu yakni, kawasan Seberang Ulu (SU), kawasan Tangga Buntung, 13 Ilir, Kertapati, Rumah Susun (Rusun) di 24-26 Ilir, serta pasar Sekanak,” kata Kepala BPB-PK, Edison, Selasa (12/5).

Dijelaskannya, penetapan kawasan rawan bencana kebakaran tersebut berdasarkan hasil study kelayakan yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Kawasan ini juga sebagian besar di huni masyarakat Palembang asli serta kontruksi rumah di kawasan tersebut masih di dominasi rumah panggung.

“Pos ini nanti akan menjadi lokasi tempat mobil kebakaran (PBK) di kecamatan tersebut, dan setiap pos akan dilengkapi 2 mobil PBK,” terangnya.

Baca Juga :   Lagi, Karhutla di Sumsel Meningkat

Namun, sambung Edison, jika lokasi kecamatan tersebut berdekatan, pihaknya akan membangun pos yang memungkinkan untuk menjangkau 2 kawasan tersebut lebih mudah, “Untuk Kecamatan Sako dan Sematang Borangnantinya hanya akan dibuatkan satu pos, karena memang di kawasan tersebut sudah ada pos siaga kebakaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya tidak terlalu kesulitan dalam menjalankan tugas ketika ada kebakaran, namun terkadang kendala yang dialami karena kondisi jalanan macet di Palembang serta pos siaga kebakaran belum tersebar di beberapa kecamatan.”Akibat kendala ini terkadang kami terus mendapatkan komplain dari warga yang menjadi korban kebakaran,” ujarnya.

Dengan adanya pos di beberapa kecamatan ini, lanjut Edison, pihaknya menargetkan untuk menjangkau lokasi kebakaran maksimal 15 menit sejak mendapatkan informasi terjadinya kebakaran tersebut. “Kalau sekarang lama waktu tempuh kami sekitar 30 menit sejak mendapatkan informasi,” kata Kepala BPB-PK.

Baca Juga :   Pesawat TNI AU Halau Pesawat Militer AS di Makassar

Menurutnya, sejauh ini lokasi tersulit unuk pemadaman api ketika terjadi kebakaran adalah kawasan di Jl Kolonel H Burlian, karena kawasan tersebut tidak ada kolam retensi untuk menyuplai air saat pemadaman kebakaran.”Kami berharap rencana pembangunan kolam retensi di simpang bandara segera terealisasi, sehingga tidak kami tidak lagi kesulitan dalam mencari suplai air dilokasi tersebut,” pungkasnya. (wik)

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Pertahankan Zero Konflik, HD Libatkan Warga Kawanua

Palembang, KoranSN Mengantisipasi penyesatan-penyesatan budaya yang kerap terjadi belakangan ini, Gubernur Sumsel H Herman Deru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.