6 Kolam Retensi Batal Dibangun





ilustrasi kolam retensi
Palembang, SN

Defisitnya anggaran yang dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saat ini berdampak juga pada pembangunan Kota Palembang, seperti batalnya pembangunan 6 kolam retensi, padahal kolam tersebut sebagai upaya untuk antisipasi banjir di musim hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PUBM Dan PSDA), Darma Budhy mengatakan, pembangunan 6 kolam retensi ini membutuhkan dana yang besar ditambah lagi lahan yang akan digunakan harus terlebih dahulu dibebaskan. Karena itu, untuk tahun ini pihaknya terpaksa membatalkan pembangunan 6 kolam retensi tersebut.

“Walaupun pembangunan 6 kolam retensi tersebut dibatalkan, saat ini kami tengah berupaya untuk membebaskan lahan terlebih dahulu,” katanya, kemarin.

Dijelaskannya, defisit anggaran yang dialami saat ini membuat pihaknya harus membatasi proyek pembangunan di luar yang telah melalui kontrak. Dari 6 kolam retensi tersebut, hanya 3 lahan yang realisasi pembebasannya dapat dilakukan pada tahun ini. ketiga lokasi tersebut yakni, Jalan Tanjung Sari, Citra Grand City, dan Jalan Yasin Saman. Sedangkan tiga lahan lain, dirinya mengaku tidak terlalu ingat.

“Saya tidak terlalu ingat untuk 3 lahan lainnya, karena kami masih fokus yang akan dikerjakan saja,” terangnya.

Meskipun tengah dilanda defisit, sambung Budhy, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar tahun ini seluruh lahan yang digunakan untuk pembangunan 6 kolam retensi tersebut dapat dibebaskan. “Jika dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk tidak memungkinkan, kami akan mengusulkan penambahan anggaran di APBD Perubahan, sehingga tahun depan penambahan 6 kolam retensi ini dapat dilakukan,” harapnya.

Selain dibatalkannya pembangunan 6 kolam retensi tahun ini, tambah Budhy, alokasi dana untuk perbaikan jalan pun ikut dipangkas dan dialokasikan tahun depan. Karena itu, untuk perbaikan jalan, pihaknya harus mengutamakan jalan yang dianggap sanga mendesak untuk diperbaiki seperti jalan masuk ke daerah Gandus.

Baca Juga :   COVID-19 Masih Memerlukan Perhatian yang Tinggi

“Sebenarnya pemangkasan alokasi dana perbaikan jalan ini sudah terjadi sejak tahun lalu, namun hanya 15 persen, sedangkan untuk tahun ini pemangkasan bertambah menjadi 20 persen sehingga kami harus mengutamakan perbaikan jalan yang benar rusak dan mendesak,” pungkasnya. (wik)







Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Atasi Isu Strategis di Bidang Pemasyarakatan, Kanwil Kemenkumham Sumsel Adakan Forum Dilkumjakpol

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui Divisi Pemasyarakatan menggelar kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!