7 Tahun Buronan, Pembunuh Iin Ditangkap Saat Pulang ke Rumah







Tersangka Arsa saat digiring petugas kepolisian. FOTO-DEDY/KORANSN

Palembang, KoranSN

Setelah 7 tahun menjadi buronan kasus pembunuhan, Arsa (43), warga Jalan Mayor Zen RT 12 Kelurahan Sai Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang, Rabu (14/6/2017) ditangkap Tim Rimau Polda Sumsel saat pulang ke rumah untuk berkumpul dengan isteri dan dua anaknya.

Arsa merupakan tersangka pembunuhan korban Indra Jaya alias Iin (32), warga Jalan Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang yang terjadi, Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.00 WIB di kawasan Jalan Pom IX Palembang.

Dalam gelar tersangka dan barang bukti, Kamis (15/6/2017) di Mapolda Sumsel, tersangka Arsa mengatakan, kejadian tersebut bermula saat ia menggadaikan sepeda motor miliknya kepada temannya bernama Teguh. Namun saat ia hendak menebus kembali sepeda motor miliknya ternyata Teguh menyampaikan jika sepeda motornya sudah tidak ada lagi.

“Saya gadaikan sepeda motor itu senilai Rp 2 juta kepada Teguh, uangnya untuk beli sabu. Tapi saat saya hendak menebus kembali sepeda motor, Teguh datang dengan korban Iin. Karena ketika kejadian saya sedang mabuk minuman keras makanya saat Teguh mengatakan sepeda motor itu tidak ada lagi saya langsung emosi, lalu mencabut pisau dan saat ditikamkan ternyata pisau tersebut tidak mengenai Teguh malahan mengenai korban Iin,” katanya.

Masih dikatakan tersangka, usai kejadian dirinya langsung kabur ke Jakarta. Di sana ia bersembunyi selama 2 tahun. Kemudian dirinya pindah ke desanya yang berada di kawasan Musi Rawas Utara (Muratara).

“Selama 5 tahun saya sembunyi di desa. Selama di desa saya menjadi petani. Jadi sudah sekitar 7 tahun saya kabur bahkan selama kabur terpaksa saya berhenti dari pekerjaan saya sebagai PNS di Palembang. Saya tertangkap, karena pulang ke Palembang untuk bertemu anak dan isteri,” terangnya.

Sementara Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, AKBP Hadi Poerwanto mengatakan, tersangka merupakan buronan kasus pembunuhan terhadap korban Iin yang kejadiannya terjadi pada tahun 2010 silam.

Baca Juga :   Dua Buronan Kasus Pencurian Kabel Panel LRT Dibekuk

“Dari hasil penyelidikan dan informasi masyarakat maka tersangka Arsa berhasil kita tangkap ketika tersangka pulang ke rumahnya,” ujarnya.

Masih dikatakan Hadi, kasus pembunuhan korban terjadi berawal saat tersangka menggadaikan sepeda motor kepada Taguh yang taklain teman tersangka. Namun saat akan ditebus ternyata motor tersebut sudah tidak ada lagi.

“Saat kejadian Teguh berdiri di samping korban Iin, makanya ketika tersangka mencabut pisau dan hendak menikam Teguh ternyata salah sasaran hingga pisau itu mengenai korban Iin,” jelasnya.

Lanjutnya, dari hasil penyelidikan tersangka menggadaikan sepeda motor tersebut karena tersangka butuh uang untuk membeli narkoba.

“Jadi, tersangka menggadaikan sepeda motor itu untuk beli sabu. Dalam kasus ini tersangka kita jerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang maksimal ancaman pidananya yakni, hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” tandasnya. (ded)







Publisher : Fitriyanti

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!