7 Warga Sumsel Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air

Presiden RI Joko Widodo bersama Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau puing-puing pesawat Lion Air JT-610 di Pelabuhan Tanjung Priok. (sumber foto : instagram polisi_indonesia)

Palembang, KoranSN

Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol dr Tri Yuwono Putro, Selasa (30/10/2018) mengungkapkan, dari data yang diterima pihaknya diketahui jika ada tujuh warga Sumsel yang menjadi korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 di kawasan Tanjung Karawang Jawa Barat.

Adapun ketujuh korban tersebut; Freski Amalia (32) warga Palembang, Ryan Ariandi (23) dan Rapi Andrian (22), warga Lubuklinggau serta empat warga Kabupaten PALI, mereka yakni; Dadang Saputra (27), Ase Sarifudin (25) Candra Kirana (29) dan Cici Arista (28).

“Namun dari tujuh korban tersebut hanya keluarga dari Freski Amalia yang kami ambil sampel DNA di Posko Ante Mortem Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Sampel tersebut segera dikirimkan ke Jakarta untuk kepentingan identifikasi. Sedangkan untuk korban lainnya, tes DNA langsung dilakukan di Jakarta,” ungkapnya.

Masih dikatakan Tri, saat ini belum dapat dipastikan kondisi ketujuh warga Sumsel yang menjadi penumpang Pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh tersebut. Sebab selain petugas masih melakukan pencarian para korban, tim medis juga masih melakukan proses identifikasi terhadap jenazah yang telah ditemukan.

“Dari itulah dalam rangka proses identifikasi ini maka petugas memerlukan sampel DNA dari pihak keluarga korban, seperti darah ataupun ramput,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Tri, bahkan guna membantu proses identifikasi sejumlah jenazah para korban Pesawat Lion Air JT-610 yang telah ditemukan maka pihaknya telah menurunkan Tim Ante Mortem DVI (Disaster Victim Identification) Bid Dokkes Polda Sumsel yang terdiri dari dokter forensik dan tim medis ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati di Jakarta Timur, dan ke Rumah Sakit di Pangkalpinang.

“Jadi tim medis kita saat ini sudah berada di lokasi. Terkait apakah nanti jenazah korban yang sudah teridentifikasi akan dibawa ke Palembang, itu tergantung permintaan dari pihak keluarga para korban,” tandasnya.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kompol dr Wahono Edhi Prastowo mengungkapkan, ada enam personil tim medis dari Polda Sumsel yang dikirimkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati di Jakarta Timur dan ke Pangkalpinang.

Baca Juga :   KPK Eksekusi Agung Ilmu Mangkunegara ke Rutan Bandar Lampung

“Untuk di Rumah Sakit Polri Kramat Jati ada satu orang yang kita turunkan ke sana, yakni dokter forensik Kompol dr Mansuri. Sementara lima orang lainnya merupakan tim medis yang semuanya kita tempatkan di Pangkalpinang,” tandasnya.

Terpisah, terkait kabar yang menyebutkan ada empat warga PALI menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610, yakni Dadang Saputra (27), Ase Sarifudin (25) serta dua orang lainnya merupakan pasangan suami istri Candra Kirana (29) dan Cici Arista (28), yang berasal dari Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi yang, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM berharap keempat warga tersebut semoga cepat ditemukan.

“Kami selaku pemerintah maupun secara pribadi turut berduka cita atas jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, dan diduga juga ada empat warga PALI di dalamnya, semoga seluruh korban dapat ditemukan. Dan untuk keluarga, kita harap bersabar dan tabah,” terang Bupati Heri Amalindo disela kesibukannya, Selasa (30/10/2018).

Diungkapkan bupati, keempat warga PALI tersebut diketahui bekerja di pulau Bangka yang menumpangi Pesawat Lion Air JT-610 usai bertolak dari Pulau Bali, di perjalanan keempatnya transit di Jakarta lalu menuju ke Pangkalpinang. Dari itulah, bupati mengaku jika dirinya masih menunggu kabar terkait empat warga PALI yang menjadi penumpang di pesawat tersebut.

“Kita dari tadi malam menunggu kepastian informasi tersebut, benar atau tidaknya empat korban ini adalah warga kita. Dan nanti kita akan langsung menyambangi rumah duka. Semoga kita cepat mendapatkan kabar terkait yang bersangkutan,” pungkas bupati.

Sementara itu, pihak keluarga keempat warga PALI tersebut hingga saat ini masih menunggu informasi terkait kondisi para korban. Seperti yang terpantau di kediaman pasangan suami istri, yakni Candra Kirana dan Cici Arista di Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi. Untuk memastikan kondisi kedua korban maka pihak keluarga kini telah berangkat ke Jakarta.

“Ada adik korban Candra dan perwakilan dari keluarga lainnya sudah berada di Jakarta sejak kejadian kemarin pagi, dan hingga saat ini belum mendapatkan informasi pasti terkait para korban tersebut. Kita tetap berharap yang terbaik untuk korban. Semalam juga kita sudah melakukan doa bersama untuk keselamatan anak kita dan korban lainnya,” jelas Anang Urip (61), yang merupakan ayah dari korban Candra Kirana.

Baca Juga :   Napi Kasus Narkoba di Lapas Merah Mata Tewas

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran persnya mengungkapkan, Lion Air Group sudah menerbangkan pihak keluarga penumpang JT-610.

Menurutnya, saat ini sudah ada 90 orang dari pihak keluarga penumpang telah didatangan ke Jakarta dari berbagai daerah. Selain itu pihaknya juga menyiapkan fasilitas akomodasi (penginapan) serta pusat informasi di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur. Hal ini dilakukan agar memudahkan mobilitas ke Posko Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

“Bahkan direncakan keluarga penumpang akan didatangkan lagi sebanyak 76 orang. Terkait dengan kejadian ini, Lion Air juga membuka crisis center di nomor telepon (021)-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telepon (021)-80820002,” katanya.

Masih diungkapkan Danang, pihaknya sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan semua pihak guna mempercepat kepastian infomasi terkait keadaan penumpang dan awak pesawat.

“Kiranya kepada keluarga penumpang beserta awak pesawat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima cobaan ini, serta kepada para petugas SAR diberikan kelancaran dan kemudahan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pesawat Lion Air JT-610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang dengan penumpang 178 orang, yang diantaranya juga terdapat satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi, Senin pagi (29/10/2018) pukul 06.20 WIB jatuh di kawasan Tanjung Karawang Jawa Barat, setelah pesawat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta hendak menuju Pangkalpinang. (ded/ans/ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar Segera Disidang

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus suap …