Kepala Siswa SMA Dibacok Samurai di Jakabaring

Exif_JPEG_420
Exif_JPEG_420

Palembang, SN
Kawanan perampok yang diduga pelaku begal motor menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pedang samurai, Minggu (3/1) melakukan aksinya di kawasan Jalan Gubernur H A Bastari, Jakabaring.
Kali ini, seorang pelajar SMA swasta di Kota Palembang, Risko Saputra (22) menjadi korbannya. Saat kejadian korban yang tercatat sebagai, warga Jalan KH  Azhari Lorong Perlopa RT 48 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I ini  tengan berada di depan Taman Pelangi Komplek Dekranasda.

Tiba-tiba tiga pelaku menghampiri korban lalu membacokan pedang samurai ke kepala korban sehingga mengakibatkan korban Risko, harus dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palembang BARI untuk mendapatkan perawatan intensif.
Ditemui di RSUD Palembang BARI, Risko menceritakan, kejadian tersebut bermula ketika ia hendak ke luar rumah untuk jalan-jalan sore di kawasan Jakabaring. Setiba di depan Taman Pelangi, ia memutuskan untuk bersantai.

Saat saya sedang santai duduk di atas sepeda motor, tak lama tiga pelaku datang dengan mengendarai satu sepeda motor Yamaha XEON, satu pelaku turun dan menghampiri saya dan mengatakan, ‘nunggu siapo kau’,” kata Risko.
Setelah ketiga pelaku menghampirinya, lanjut Risko, pelaku langsung pergi. Namun beberapa menit kemudian ketiga pelaku berputar arah dan menemuinya kembali di lokasi kejadian.

Baca Juga :   Begal Sadis di Empat Lawang Dilumpuhkan Polisi

Pelaku yang menanyai saya tadi turun dan kembali menanyai saya dengan menuduh saya seorang suporter, sudah saya katakan kepada mereka jika aku bukan suporter’. Mereka tak percaya dan memaksa saya untuk memperlihatkan dompet yang katanya untuk melihat identitas saya, saya tak mau melihatkan dompet saya Pak !,” ujarnya.
Tak lama, sambung Risko, salahsatu pelaku yang duduk di sepeda motor turun dan mengambil paksa dompet dan Handpone (HP) miliknya. Karena tak mau dompetnya diambil pelaku, Risko mencoba untuk melawan hingga terjadi tarik-menarik antara ia dan ketiga kawanan pelaku.

Nah,  pas saya melawan, satu diantara mereka mengeluarkan pedang samurai dan langsung membacokkannya ke arah kepala saya. Setelah itu ,saya langsung berteriak untuk meminta pertolongan, hingga terdengar pemilik warung yang tak jauh dari lokasi dan membuat pelaku kabur melarikan diri sehingga tak jadi ambil motor saya, kalau tidak ada orang yang datang bukan dompet dan HP bae yang di ambil, motor aku jugo. Warga yang datang langsung bawa aku ke rumah sakit ini,” ucapnya.
Sementara ibu korban Faridha (43) mengatakan, jika anaknya harus mengalami lima jahitan akibat luka bacok yang dialaminya dan akan membuat laporan ke pihak berwajib atas kejadian yang dialami anaknya. “Besok, Senin (4/1/16) saya akan melapor ke polisi. Saya tak terima, anak saya diperlakukan seperti ini, saya harap polisi bisa menangkap para pelaku,” katanya sambil menangis melihat keadaan anaknya Risko.

Baca Juga :   Bocah Perempuan Tewas Terbawa Arus Kelingi

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marlly Pardede mengakatan, untuk korban saat ini masih mendapati perawatan guna penyembuhan untuk laporannya. Pihak keluarga korban belum membuat laporan ke polisi. “Pelaku jika tertangkap bisa dikenakan Pasal 365 tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya, diatas lima tahun penjara,” tegasnya. (den)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Bareskrim Limpahkan Tahap Dua Kasus Pemalsuan Surat Djoko Tjandra

Jakarta, KoranSN Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melimpahkan tahap II perkara kasus pemalsuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.