Senpira di Palembang Berasal dari Tulung Selapan

Exif_JPEG_420

Palembang, SN

Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto melalui Kasat Reskrim, Kompol Marully Pardede SIK, Rabu (13/1) mengatakan, peredaran senjata api rakitan (senpira) yang kerap digunakan para pelaku kejahatan jalanan semacam curat, curas, curanmor (3C) atau pelaku begal sepeda motor kebanyakan berasal dari Kota Tulung Selapan Kabupaten OKI.

Hal itu terlihat dari berbagai ungkap kasus yang dilakukan jajaran pihak kepolisian Polresta Palembang, dimana para tersangka kejahatan yang menggunakan senpira mengakui jika senpira yang mereka miliki di dapat dari daerah Tulung selapan tersebut.

“Tapi, bukan berarti di Tulung selapan itu, merupakan industri besar perakitan senjata api, hanya saja kebanyakan pengakuan tersangka yang kita tangkap, senpira yang mereka gunakan berasal dari situ,” kata Kasat.

Disinggung apakah Kota Palembang terdapat juga home industri yang memproduksi senpira. Menurut Marully, di Palembang sendiri belum terdeteksi adanya perakitan senpira, tetapi diakunya, penggunaan senpira tersebut kebanyakan berada di Palembang.

Baca Juga :   Pria Kenalan Facebook Perkosa Seorang Gadis di Hotel

“Marak terjadi di Palembang ,wajar , kerana Palembang pusat kotanya sumatra selatan (sumsel). Selain itu, juga  masyarakat Kota Palembang yang Hetrogen atau masyarakat yang banyak, membuat para pelaku kejahatan yang menggunakan senpira menjadikannya sasaran untuk mencari mangsa korbannya,” ujarnya.

Dengan mudahnya untuk memiliki senpira, sambung Marully, kebanyakan masyarakat yang memilki rasa ingin untuk mempunyai senpira, sebaiknya jangan mempunyai keinginan untuk memegang senpira.

“Karena apabila tertangkap dapat dijerat UU darurat No 12 Tahun 1951 yang mana isinya untuk tidak boleh membawa senjata api, bahan peledak dan senjata jenis apapun yang akan digunakan untuk tindak kejahatan terhadap orang lain, jika masih berani,  tidak ada konsekuensinya” tegasnya.

Baca Juga :   Kasus Kebakaran Lahan di Muba Terus Diusut

Sedangkan untuk kepemilikan senjata jenis Airsoft Gun bagi masyarakat sebenarnya dilarang. Namun, jika ingin memiliki Airsoft Gun masyarakat harus mengikuti pelatihan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) atau tergabung dalam membernya.

“Tetapi, tak mesti dibawa kemana-mana, serta harus tersimpan di tempat yang aman seperti loker bukan di dalam tas, ” ungkapnya. (den)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

KPK Agendakan Juarsah Jadi Saksi Aries HB dan Ramlan di Sidang OTT Bupati Muara Enim

Palembang, KoranSN Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Muhammad Asri Irwan, Selasa (29/9/2020) mengungkapkan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.