Ada Jejak Dugaan Kasus Yan Anton di DPRD Banyuasin



foto-pengeledahan-di-dinas-pu-bina-marga-banyuasin-puk-15-30-1
Tampak penyidik KPK membawa koper didampingi pihak kepolisian bersenjata laras panjang,usai mengeledah Kantor Dinas PU Bina Marga Banyuasin. Foto-Siryanto/KoranSN.

PELAKSANA Harian (Plh) Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk Andriati, Rabu (16/11/2016) mengatakan, jika dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian diduga ada jejak di Kantor DPRD Banyuasin.

Diungkapkan Yuyuk, untuk itulah tim penyidik KPK melakukan penggeledahan Kantor DPRD Banyuasin di Komplek Pekantoran Pemkab Banyuasin Jalan Sekojo Pangkalan Balai, yang tujuannya untuk menyita dokumen-dokumen terkait dugaan kasus suap penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di Pemkab Banyuasin.

“Karena diduga ada jejak di DPRD Banyuasin terkait dugaan kasus ini, oleh sebab itu KPK melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Banyuasin,” kata Yuyuk.Masih dikatakannya, selain menggeledah Kantor DPRD Banyuasin, dalam penggeledahan tersebut tim penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PU Cipta Karya Banyuasin dan Kantor Dinas PU Bina Marga Banyuasin.

Dari penggeledahan di kedua kantor tersebut, lanjut Yuyuk, penyidik KPK juga menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan dugaan kasus ini.   Ditannya apakah dengan penggeledahan di Kantor DPRD Banyuasin, Kantor Dinas PU Cipta Karya Banyuasin dan Kantor Dinas PU Bina Marga Banyuasin serta pengeledah yang juga telah dilakukan di rumah Sekda Banyuasin, Firmansyah, di rumah Kepal Dinas PU Banyuasin, Abi Hasan dan di rumah Staf PU Banyuasin, Reza Irdiansyah. Kedepan akan ada tersangka baru yang ditetapkan KPK dalam dugaan kasus ini?  Diungkapkan Yuyuk, jika penggeledahan yang dilakukan tidak ada hubungannya dengan tersangka baru. Sebab, penggeledahan merupakan tahapan penyidikan untuk tersangka Yan Anton Ferdian. “Jadi, penggeledahan tersebut tidak ada hubungannya dengan tersangka baru. Karena dalam penetapan tersangka baru, penyidik KPK mesti menemukan alat bukti yang cukup terlebih dahulu,” tandas Yuyuk.

Diberitakan sebelumnya, Selasa 15 November 2016 penyidik KPK telah menggeledah rumah Sekda Banyuasin, Firmansyah di Perumahan Bukit Sejahtera Palembang, rumah Kepal Dinas PU Banyuasin, Abi Hasan di Jalan Bambang Utoyo No 12 Palembang dan Rumah Staf PU Banyuasin, Reza Irdiansyah di Jalan Sepakat seduduk Putih, Palembang. Hasil dari penggeledahan di tiga rumah tersebut, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen.Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Jumat 28 Oktober 2016 penyidik KPK telah memeriksa Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam untuk menjadi saksi tersangka Yan Anton Ferdian. Selain itu 30 saksi dari pejabat dan kepala dinas di Pemkab Banyuasin juga telah diperiksa penyidik KPK.

Baca Juga :   Panglima TNI Jamin Asian Games di Palembang Tanpa Asap

Mereka yang telah diperiksa KPK yakni; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin, Yos Karimudin dan Kadis Dinas Perhutanan dan Perkebunan Banyuasin yang diperiksa KPK, Kamis 10 November 2016. Kemudian keesokan harinya, Jumat 11 November 2016 penyidik KPK pun memeriksa Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin, Syahril Arif Rahman.

Kemudian KPK juga telah memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Banyuasin, Ir Abi Hasan MP MT, Kepala DPPKAD Banyuasin, Bambang Wirawan, Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Ria Apriani dan Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim.

Bukan hanya itu, dalam dugaan kasus ini, Wakil Bupati Pemkab Banyuasin, SA Supriono, Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah, Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin, Rislani A Gafar, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemkab Banyuasin, Roby Sandes juga telah diperiksa penyidik KPK.

Sekedar informasi, dugaan kasus ini terungkap setelah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian Minggu 4 September 2016 tertangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) serta ‘K’ (pihak swasta).

Setelah OTT terjadi, Senin 5 September 2016 penyidik KPK melakukan penyegelan di ruang kerja Bupati Yan Anton, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program, serta Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah di Banyuasin.Kemudian, Rabu 7 September 2016 KPK menggeledah dua rumah mewah dan Kantor CV Putra Pratama milik tersangka ‘ZM’ di Jalan Tanjung Sari II RT 33 RW 7 Kelurahan Bukti Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang.

Baca Juga :   Ancam Sweeping Jika Taksi Online Tidak Distop Beroperasi

Selain itu, di hari yang sama, KPK juga menggeledah Kantor Bupati Banyuasin termasuk ruang kerja bupati, ruang kerja Sekda, ruang kerja Asisten II, ruang kerja Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum serta ruang kerja Bendahara Umum Pemkab Banyuasin. Sedangkan, Kamis 8 September 2016 KPK pun menggeledah kediaman Amiruddin Inoed ayah dari Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian di Perumahan Bukit Sejahtera Poligon  Blok BW No 4 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus. Diwaktu bersamaan, KPK pun menggeledah kediaman keluarga tersangka ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Banyuasin) di Perumahan Bukit Persada Indah di kawasan KM 11 Palembang.

Dari penggeledahan tersebut, selain menyita sejumlah dokumen penyidik KPK juga menyita dua unit motor gede (Moge) jenis Harley Davidson dan sepeda motor Ducati milik tersangka Yan Anto Ferdian, serta satu unit mobil Mitsubishi Mirage warna merah milik tersangka ‘RUS’.

Yuyuk Andriati sebelumnya telah mengatakan, dalam perkara ini para tersangka dijerat pasal berbeda. Dimana untuk tersangka Yan Anton Ferdian, ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’ yang diduga sebagai pihak penerima uang suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 atau Pasal 12 (b) UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) yang diduga sebagai pihak pemberi uang suap, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ungkap Yuyuk saat itu. (ded)

Publisher : Alwin

Lihat Juga

Penyidikan Dugaan Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya Terus Berjalan

Palembang, KoranSN Plh Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Candra, Jumat (23/7/2021) menegaskan, jika …