Ada Ratusan Parkir Liar di Palembang



Petugas Dishub Kota Palembang saat melakukan penggembosan kendaraan dinas yang parkir sembarangan di Jalan Rumah Bari Samping Kantor Walikota Palembang. (foto-rika/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang mengakui saat ini masih ada 200 titik parkir liar yang tersebar di Kota Palembang. Sebagai upaya untuk meminimalisir jumlah tersebut, pihak Dishub kini tengah gencar melakukan penertiban, terutama di jalan-jalan protokol.

Kepala Bidang Pengawasan dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Marta Edison menjelaskan, Kota Palembang telah memiliki 749 titik tempat parkir yang tercatat resmi. “Setidaknya ada sekitar 200 titik parkir liar di Kota Palembang yang harus kami sisir,” katanya, Senin (23/1/2017).

Meskipun begitu, menurutnya, tempat-tempat parkir yang tersedia ini masih dianggap kurang oleh masyarakat. Sehingga banyak, titik parkir liar yang dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Dimana para jukirnya melakukan pungutan tarif yang jauh lebih mahal dari aturan Perda yang berlaku.

“Parkir yang ada saat ini, kita nilai juga masih kurang dari kebutuhan parkir yang ada saat ini. Selain itu, kantong-kantong parkir untuk menentukan tarif parkir juga belum ada. Ini yang masih jadi permasalahan kita semua,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, beberapa titik parkir ilegal yang ada saat ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya macet. Seperti tempat parkir illegal yang berada di sepanjang Jalan Merdeka, terutama di depan kantor-kantor dinas Pemkot Palembang.

Baca Juga :   Kampung Hias Cempaka Jadi Destinasi Baru Wisata

“Dari penertiban yang kita lakukan hari ini (kemarin) saja, di kawasan Jalan Merdeka, Jalan Sekanak dan Jalan Rumah Bari, sedikitnya ada 15 mobil dinas (Mobdin) PNS yang di gembok dan di gembosi oleh petugas. Meskipun sudah disosialisasikan dan diberi peringatan, agar tidak memarkirkan kendaraan di kawasan dilarang. Tapi kesadaran PNS dilingkungan Pemkot Palembang masih sangat kurang,” akunya.

Dia menambahkan, ada beberapa titik yang sering dijadikan parkir liar oleh PNS yang menggunakan Mobdin maupun kendaraan pribadi masyarakat, yakni, depan kantor Dinas Perindustrian, depan kantor Bappeda, depan Kantor Dinkes, depan kantor BKD, depan kantor Dispenda dan samping kantor Walikota tepatnya di Jalan Sekanak.

Terkait hal ini, Pemkot Palembang berusaha melakukan penertiban dan menyiapkan lahan-lahan parkir di setiap kawasan yang menjadi titik keramaian. Upaya penataan parkir di Jalan Jenderal Sudirman oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang misalnya, direncanakan akan membidik kawasan Candi Angsoko sebagai lokasi pembangunan gedung parkir.

Baca Juga :   Melalui Safari Jumat, HD Himbau Masyarakat Tetap Produktifitas Meski di Tengah Pandemi Corona

Sementara itu, terkait rencana tersebut, Camat Ilir Timur (IT) I, Agus Rizal menjelaskan, masyarakat di kawasan Candi Angsoko tidak berkeberatan dengan rencana tersebut. Apalagi pembangunan gedung parkir bertingkat perlu dilakukan untuk menyiasati ketersediaan kantong parkir yang selama ini cukup minim. Terutama di kawasan jalan protokol seperti Sudirman yang selama ini masih menggunakan badan jalan.

“Kami terus mengupayakan pembangunan gedung parkir, rencana terbaru akan dibangun di kawasan Candi Angsoko yang tak jauh dari Pasar Cinde. Masyarakat tidak masalah untuk lahan yang akan digunakan,” ucapnya seraya menyebutkan ada sekitar 17 persil yang akan dibebaskan Pemkot Palembang. (tya)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Rakor Penyerapan Anggaran Penanganan Covid-19, Polda Sumsel Siap Lakukan Pengawasan

Palembang, KoranSN Polda Sumsel siap melakukan pengawasan terkait penggunaan anggaran Covid-19. Hal tersebut terungkap saat …