Ahli Jelaskan Perbedaan Gejala DBD, Tifus dan Malaria





Lebih lanjut, Adityo mengatakan tifoid juga memiliki gejala yang berkaitan dengan pencernaan. Tak jarang, pasien akan mengeluh konstipasi atau susah buang air besar. Meski demikian, ada pula yang justru mengalami diare.

Sementara itu malaria merupakan penyakit yang disebabkan parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

“Malaria memiliki gejala yang lebih khas. Kita mengenal trias malaria yang menjadi keluhan spesifik penyakit ini,” tutur Adityo.

Adapun pola trias malaria tersebut, kata dia, adalah cold stage yaitu fase di mana pasien menggigil hebat, hot stage atau fase demam tinggi, dan sweating stage atau fase saat demam mulai berangsur turun tapi pasien akan sangat berkeringat.

Baca Juga :   Pasien RSD Wisma Atlet Sembuh COVID-19 Capai 65.623 Orang

“Berbeda dengan DBD, demam karena malaria akan turun dengan sendirinya meski tanpa obat,” tutup Adityo. (Antara/ded)





Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Lhokseumawe Giatkan Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella

Banda Aceh, KoranSN Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe di Provinsi Aceh menggiatkan pelaksanaan imunisasi campak dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!