Air Mineral Hantarkan Listrik Karena Mengandung Besi? Cek faktanya!

Pekerja memindahkan air minum dalam kemasan (AMDK) di pabik air mineral kawasan Kalibata, Jakarta. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Sebuah video berjudul “Awas Air Mineral Mengandung Zat Besi Tinggi” beredar di kanal YouTube, sejak Rabu (1/7/2020) dan menjadi pembahasan warganet.

Di dalam video itu, tampak seorang pria yang mencoba membuktikan beberapa produk air mineral populer mengandung zat besi, sehingga diklaim tidak layak diminum.

Pengujian itu dilakukan dengan memasukan steker ke dalam air mineral kemasan sehingga membuat lampu, yang telah disediakan di samping percobaan itu menyala.

Pria itu mengklaim lampu dapat menyala karena terdapat kandungan zat besi dalam air mineral percobaan itu. Sang pria dalam video menyebut pula air mineral yang mengandung zat besi adalah air rebusan paku.

Namun, benarkah air mineral yang dijual di pasaran mengandung besi sehingga tidak layak untuk diminum?

Baca Juga :   BPJAMSOSTEK Tingkatkan Protokol Lapak Asik Masuki Normal Baru

Tangkapan unggahan hoaks layar video yang mengatakan air mineral tidak layak diminum karena mengandung besi. (Youtube).

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengklarifikasi klaim dalam video tersebut. BPOM menyebut air mineral memiliki kemampuan menghantarkan listrik, karena kandungan mineralnya, bukan karena mengandung zat besi.

BPOM menyebutkan, mineral adalah sumber elektrolit yang mempunyai sifat penghantar listrik. Air mineral kemasan yang beredar di pasaran pun telah melalui serangkaian uji.

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, air kemasan tidak boleh mengandung zat besi lebih dari 0.3 mg/l.

Baca Juga :   Kondisi WNI Positif Corona di Singapura Stabil

Badan POM juga melakukan penilaian terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sebelum diedarkan di wilayah Indonesia, termasuk kandungan zat sesuai standar keamanan dan mutu produk pangan yang telah ditetapkan.

Badan POM tidak akan memberikan izin edar terhadap produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang memiliki kandungan cemaran melebihi batas yang ditentukan. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dokter Anak Jelaskan Cara Benar Gunakan Masker Untuk Buah Hati

Jakarta, KoranSN Penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari di tengah pandemi COVID-19 bukan cuma untuk orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.