Akamai Sebut Serangan Tertinggi Aplikasi Terjadi Pada Sektor Keuangan





Ilustrasi – Serangan siber.(Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Laporan terbaru Akamai Technologies mengungkapkan bahwa serangan aplikasi web dan API mengalami peningkatan hingga 248 persen dari tahun sebelumnya di sektor keuangan Asia Pasifik dan Jepang.

Perusahaan cloud tersebut melihat bahwa kenaikan hingga 248 persen itu lebih tinggi dari serangan di tingkat global sebesar 169 persen, yang menandakan organisasi layanan keuangan di wilayah ini rentan menjadi target dan berisiko tinggi.

“Ini merupakan masalah krusial bagi organisasi layanan keuangan, seiring semakin banyaknya digitalisasi, semakin banyak pula celah serangan secara keseluruhan, sehingga pelaku ancaman pun akan semakin berpeluang besar untuk melakukan serangan siber,” kata Security Technology and Strategy Director (APJ) Akamai Reuben Koh dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.

Baca Juga :   Transformasi Digital Bisa Bantu "startup" Bertahan Saat Pandemi

Ia memaparkan serangan aplikasi web dan API di kawasan Asia Pasifik dan Jepang meningkat dalam 24 bulan terakhir dengan rata-rata sekitar 10 juta serangan per hari dan serangan Local File Inclusion (LFI) menjadi vektor serangan paling umum.

Jumlah serangan LFI ini meningkat sekitar 154 persen pada 2022, melampaui serangan XSS dan SQLi. Serangan LFI mengeksploitasi praktik coding yang tidak aman atau kerentanan yang sebenarnya pada server web, untuk menjalankan kode dari jarak jauh atau mengakses informasi sensitif yang disimpan secara lokal. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Google Cloud Sediakan Platform Pelatihan Daring

Jakarta, KoranSN Google Cloud menyediakan platform pelatihan daring Cloud Skills Boost bagi mereka yang ingin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!