Aksi Coret Baju, Konvoi Hingga Pelanggaran Lalu Lintas warnai HARDIKNAS

Kelulusan- Kelulusan belum diumumkan, puluhan siswa SMA ini sudah merayakan kelulusan dengan aksi coret coret pakaian dan kebut kebutan dijalan Inspektur Marzuki Palembang, Selasa (2/5) siang.– Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

    PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (2/5) yang juga bertepatan dengan kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) diwarnai aksi coret seragam, konvoi kendaraan hingga melanggar lalu lintas.

Pantauan di lapangan, ratusan siswa baik putra maupun puteri yang sudah mengenakan seragam sekolah dicoret-coret melakukan konvoi sepeda motor mengelilingi sejumlah wilayah di Kota Palembang.

Tidak hanya di jalan protokol, konvoi tersebut juga dilakukan di jalan kecil seperti; di gang dan lorong-lorong bahkan dari mereka juga harus ‘kucing-kucingan’ dengan pihak aparat kepolisian yang terus melakukan patroli.

Sementara di Jembatan Ampera, konvoi kendaraan para pelajar yang merayakan kelulusan juga tampak. Mereka terlihat melakukan pelanggaran aturan berlalu lintas seperti tak mengenakan pengaman kepala (helm) dan berboncengan lebih dari dua orang.

Baca Juga :   Yonif 142/KJ dan Yonif 144/JY Terpilih , Wakili Kodam II/SWJ Dalam Ajang Lomba Antar Satuan TNI AD

Aksi kegembiraan para pelajar yang merayakan kelulusan konvoi di jalan-jalan tersebut, selain membuat jalan macet juga menganggu warga sekitar dari bunyi keras knalpot sepeda motor yang mereka kendarai.

Andre salah satu siswa SMA swasta di Palembang mengatakan, meskipun sebelumnya sudah ada himbauan pihak Sekolah untuk tidak melakukan konvoi dan coret-coret baju. Namun, rasa gembira ia dan rekan-rekannya tidak bisa dibohongi dan ditutup-tutupi.

“Kami melakukan coret-coret baju dan konvoi di jalan, karena ingin meluapkan perasaan gembira seperti rasa merdeka, kami yakin 100 persen sekolah kami pasti lulus,” ujarnya.

Sedangkan siswa dari salah satu SMA swasta di wilayah Plaju yang enggan menyebutkan namanya menambahkan, awalnya ia tidak ada niatan bergabung dengan siswa lainnya untuk merayakan kelulusan dengan konvoi dan mencoret seragamnya. Namun, karena terhasut bujukan teman, lantas ia mau ikut konvoi sepeda motor dengan berbonceng lebih dari dua orang.

Baca Juga :   DPR: Wacana Tiga Periode Jabatan Presiden Harus Dikaji Secara Baik

“Ini seru-seruan saja Pak!, kami hanya merayakan kegembiraan dan moment ini satu kali seumur hidup kami,” tandasnya.

Terkait hal tersebut, Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, jika pengumuman kelulusan siswa SMA sederajat kali ini bertepatan dengan Hardiknas jadi perbanyaklah bersyukur dan bersifatlah lebih elegan, jangan melakukan hal yang tidak penting seperti coret dan konvoi.

“Meluapkan rasa gembira itu boleh-boleh saja asal jangan membahayakan diri sendiri, apalagi membahayakan orang lain dengan konvoi turun ke jalan,” katanya.

Ia menghimbah kepada siswa SMA, setelah Ujian Nasional jangan melakukan eoforia terlalu berlebihan. Jadikanlah kelulusan sebagai batu loncatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Berfikirlah dengan cerdas, karena aksi coret baju dan konvoi ke jalan berdampak negatif bagi pengguna jalan lainnya, jadikanlah moment ini untuk memilih langkah apa yang baik kedepannya,” tandasnya. (rgn/den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

21 Rumah di Banyuasin Terendam Banjir

Palembang, KoranSN Sebanyak 21 rumah warga yang berlokasi di Kelurahan Seterio Kabupaten Banyuasin III, Senin …