Aksi Individu Diperlukan Guna Kurangi Kasus DBD



Ilustrasi peserta Dengue Slayers Challenge.(Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Aksi individu dan kolektif dari komunitas sangat dibutuhkan untuk mengurangi kasus infeksi dengue hingga mencapai target nol kematian akibat dengue di tahun 2030, kata dr Agus Handito, S.K.M., M.Epid., Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan Takeda, ADVA, dan PJI melalui program edukasi untuk generasi muda ini. Inisiatif ini selaras dengan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025, khususnya dalam aspek peningkatan keterlibatan masyarakat dan pengembangan inovasi,” kata Agus dalam siaran pers pada Rabu.

Baca Juga :   AMBUSH Jual Aksesori Mirip "zip tie" Rp8 Jutaan

Dalam Dengue Slayers Challenge, para siswa ditantang untuk menciptakan solusi inovatif pencegahan dan pengendalian DBD berupa media edukasi (Outreach), sistem pengawasan (Surveillance & Epidemiology), atau strategi pengendalian nyamuk (Vector Control: Prophylaxis/Prevention).

Untuk mendukung proses eksplorasi dan penyusunan ide, para siswa telah memperoleh lokakarya demam berdarah dengue, pelatihan design thinking, serta pendampingan dari mentor ahli di bidang kesehatan. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

BeaconLink Pada OPPO Reno12 Mungkinkan Panggilan Tanpa Pulsa dan Data

Jakarta, KoranSN OPPO Indonesia memperkenalkan fitur BeaconLink pada ponsel seri OPPO Reno12 yang memungkinkan sesama pengguna gawai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!